oleh

Dinkes Lakukan Uji Laboratorium Keracunan MBG Cisarua

banner 468x60

BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menerjunkan tim untuk menguji sampel hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah uji laboratorium keracunan MBG Cisarua ini bertujuan mengungkap pemicu gangguan kesehatan yang menimpa 103 siswa SMPN 2 Cisarua pada Rabu (21/10/2026).

Petugas menyerahkan sampel hidangan dari bank sampel ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor.

banner 336x280

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengonfirmasi pengambilan sampel medis dan makanan tersebut di Rumah Sakit Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.

“Kami membawa seluruh sampel makanan yang tersimpan di bank sampel ke laboratorium untuk diteliti,” ujar Fusia.

Para siswa menyantap sajian MBG berisi olahan nasi, telur, wortel, jagung, serta susu kemasan UHT. Puluhan pelajar mengaku merasakan pusing, mual, hingga nyeri perut hebat dalam kurun waktu kurang dari 30 menit usai menyantap hidangan tersebut.

Hasil Penelitian Keluar Paling Cepat Tiga Hari

Dinkes Kabupaten Bogor memperkirakan proses pengujian spesimen di Labkesda memakan waktu paling cepat 3×24 jam.

Fusia menegaskan bahwa pihak medis belum dapat menunjuk jenis makanan atau minuman tertentu sebagai pemicu utama sebelum hasil pengujian ilmiah keluar secara resmi.

Pemerintah daerah menjadikan temuan laboratorium sebagai rujukan utama untuk menentukan tindak lanjut atas insiden ini.

Bupati Bogor Tunggu Laporan Badan Gizi Nasional

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa hasil penelitian laboratorium mendasari penetapan status kejadian darurat ini.

“Kami menyimpulkan penyebab pasti keracunan makanan atau minuman setelah hasil uji laboratorium resmi terbit,” kata Rudy.

Pemerintah Kabupaten Bogor siap menyodorkan rekomendasi resmi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Badan Gizi Nasional (BGN). Rudy mengingatkan bahwa kewenangan operasional SPPG berada di bawah kendali BGN, sementara Pemkab Bogor fokus menuntaskan pemulihan kesehatan para pelajar.

Tim medis RSPG Cisarua mengonfirmasi mayoritas dari 103 siswa berada dalam kondisi stabil dan dapat pulang secara bertahap. Petugas hanya menahan satu orang siswa untuk menjalani rawat inap intensif di rumah sakit.

banner 336x280
Baca Juga  Bukan Cacing dari Dapur, Hewan di Menu Makan Bergizi Gratis Pandeglang Ternyata Kelabang Kecil dari Lantai

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *