oleh

Banyak Orang Tua Kerja Luar Daerah, DP2KBP3A Pandeglang Warning Maraknya Anak Bolos Sekolah

banner 468x60

PANDEGLANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang mengeluarkan peringatan keras terkait melemahnya benteng pengawasan keluarga terhadap tumbuh kembang anak. Ketimpangan pola asuh ini dinilai menjadi pemicu utama maraknya fenomena kenakalan remaja, kecanduan gawai, hingga prilaku anak yang nekat bolos sekolah.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, Firmansyah, membeberkan bahwa dinamika ekonomi lokal membuat mayoritas orang tua di Pandeglang terpaksa mengadu nasib bekerja ke luar daerah. Dampaknya, pengasuhan harian anak diserahkan sepenuhnya (didelegasikan) kepada kakek atau nenek di rumah.

banner 336x280

Titip Anak ke Nenek: Pamit Berangkat Sekolah, Ternyata Tak Sampai Kelas

Firmansyah menilai, fenomena menitipkan anak kepada kakek atau nenek tanpa komunikasi intensif kerap menimbulkan celah pengawasan. Perbedaan cara didik antargenerasi serta keterbatasan fisik para lansia membuat aktivitas anak di luar rumah tidak terpantau dengan optimal.

Baca Juga  Gugatan Tukang Ojek Pandeglang Rp100 Miliar Berakhir Damai, Pemprov Banten Penuhi Tuntutan

Pihak dinas kerap menemukan temuan di mana anak berpamitan rapi dari rumah menggunakan seragam sekolah, namun kenyataannya membolos dan tak pernah sampai ke dalam ruang kelas.

“Terbentuk atau tidaknya kepribadian positif anak sangat tergantung pada didikan di dalam rumah. Banyak orang tua bekerja di luar Pandeglang dan menitipkan anaknya kepada neneknya, sehingga kontrol terhadap aktivitas sekolah menjadi kendor. Anak pamit berangkat sekolah, tapi ternyata tidak sampai ke sekolah,” ungkap Firmansyah pada Jumat (24/7/2026).

Firmansyah mengimbau para orang tua yang merantau agar tidak berlepas tangan. Komunikasi rutin jarak jauh dengan anak maupun koordinasi berkala bersama pihak sekolah mutlak wajib hukumnya guna mendeteksi potensi penyimpangan perilaku sejak dini.

+-----------------------------------------------------------------------+
|             Dampak Pengawasan Kendor pada Anak di Pelosok             |
+-----------------------------------------------------------------------+
| 1. Perilaku membolos (pamit sekolah tapi nongkrong/membolos)          |
| 2. Kerentanan terjerumus pergaulan bebas dan aksi perundungan (bullying)|
| 3. Ketergantungan dan penyalahgunaan gawai (gadget) tanpa filter       |
| 4. Disparitas pola didik antara orang tua, pengasuh (nenek), dan sekolah|
+-----------------------------------------------------------------------+

Peringatan HAN Ke-42: Penguatan Ketahanan Keluarga Menuju Generasi Emas 2045

Menyikapi polemik pengasuhan ini, momentum Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 dijadikan batu pijakan oleh Pemkab Pandeglang untuk menggugah kesadaran masyarakat. Puncak perayaan HAN dipusatkan di Pendopo Pandeglang dengan mengikutsertakan ratusan anak dalam ragam agenda edukatif dan perlindungan hak anak.

DP2KBP3A menegaskan bahwa ketahanan keluarga adalah benteng utama untuk mencegah anak-anak Pandeglang dari ancaman pergaulan bebas, aksi bullying, hingga adiksi gawai. Sinergi antara orang tua, wali, lingkungan masyarakat, dan sekolah diharapkan dapat melahirkan ruang aman bagi anak demi menyongsong visi Generasi Emas 2045.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *