oleh

Kemarau Hantam Pertanian Pandeglang: 515 Hektare Sawah Terancam Puso, Air Sungai Malah Asin

banner 468x60

PANDEGLANG – Dampak musim kemarau mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang, Banten. Ratusan hektare lahan persawahan kini dibayangi ancaman gagal panen (puso) akibat krisis pasokan air.

Bahkan, tak sedikit petani yang memilih angkat tangan dan menghentikan proses pengolahan lahan lantaran tak sanggup menanggung membengkaknya biaya operasional pengairan.

banner 336x280

Sawah Retak-retak hingga Ancaman Air Sungai Payau

Petani asal Kecamatan Patia, Ebi, membeberkan kondisi memprihatinkan di wilayahnya pada Sabtu (1/8/2026). Ia menyebut hanya tanaman padi yang berada di kisaran aliran Sungai Cilemer yang masih memiliki kans untuk bertahan. Sementara itu, petak sawah yang berada jauh dari sumber air kondisinya mengering parah hingga tanahnya retak-retak.

Tak hanya perkara minimnya air, para petani yang bergantung pada Sungai Cilemer kini dihadapkan pada ancaman baru, yakni masuknya air laut (intrusi) yang mengubah rasa air sungai menjadi asin atau payau.

“Sekarang air sungainya masih asin. Kemarin ada petani yang nekat memaksa mengairi sawahnya pakai air itu, akibatnya tanaman padi di dua petak sawah malah mati. Kalau mau pompa dari jauh, biaya BBM-nya sangat mahal,” keluh Ebi.

+------------------------------------------------------------------------+
|                 Data Kerawanan Kekeringan Sawah Pandeglang             |
+------------------------------------------------------------------------+
| Total Lahan Rawan Puso : 515 Hektare                                   |
| Wilayah Terluas        : Kecamatan Sindangresmi (~200 Hektare)         |
| Usia Tanaman Padi      : Rata-rata 1 - 2 Bulan (Masa Pertumbuhan)      |
| Kendala Lapangan       : Biaya BBM Pompa Tinggi & Intrusi Air Asin     |
+------------------------------------------------------------------------+

DPKP Pandeglang Pemetaan Wilayah Rawan Puso

Menanggapi krisis tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 515 hektare lahan sawah di Pandeglang kini masuk dalam status rawan gagal panen.

Dari pemetaan dinas, Kecamatan Sindangresmi menjadi wilayah dengan area terdampak paling parah dan terluas, yakni mencapai sekitar 200 hektare.

“Umur tanaman padi warga rata-rata sudah masuk dua bulan. Kondisinya layu saat kemarau terik, tapi kembali segar jika sempat turun hujan gerimis. Hingga saat ini belum ada laporan resmi puso (gagal panen total),” terang Nuridawati.

DPKP Pandeglang mengimbau para petani untuk berkoordinasi aktif melapor ke Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) di lapangan agar langkah mitigasi darurat dan pemantauan penurunan produksi gabah dapat segera ditanggulangi.

banner 336x280
Baca Juga  Penemuan Bayi di Halaman Rumah Warga Anyer Gegerkan Publik, Polisi Buru Pelaku Pembuangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *