JAKARTA – Tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok masih terus berlanjut hingga H+2 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis pada Rabu (25/3/2026), harga cabai rawit merah secara nasional mencatatkan angka yang cukup fantastis, yakni menembus Rp104.050 per kilogram (kg) di tingkat pedagang eceran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi dari sektor pangan (volatile foods) masih dirasakan oleh masyarakat di masa libur panjang lebaran, meskipun pasokan diklaim relatif aman.

Rincian Lonjakan Harga Komoditas

Selain cabai rawit merah, beberapa komoditas dapur lainnya juga terpantau masih berada di atas harga rata-rata normal. Berikut adalah ringkasan harga komoditas pangan strategis per 25 Maret 2026 pagi:

  • Cabai Rawit Merah: Rp104.050 per kg

  • Bawang Merah: Rp44.900 per kg

  • Bawang Putih: Rp39.550 per kg

  • Daging Ayam Ras: Rp43.450 per kg

  • Telur Ayam Ras: Rp32.350 per kg

  • Daging Sapi Kualitas I: Rp147.300 per kg

Untuk komoditas beras, harga di pasar eceran juga menunjukkan stabilitas di angka yang cukup tinggi. Beras kualitas medium I dibanderol Rp15.650 per kg, sedangkan beras kualitas super I mencapai Rp16.700 per kg.

Minyak Goreng dan Gula Pasir

Komoditas penting lainnya seperti minyak goreng dan gula pasir juga tidak luput dari perhatian. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat di harga Rp22.850 per liter, sementara minyak goreng curah dibanderol Rp19.900 per liter. Untuk pemanis, gula pasir kualitas premium berada di angka Rp19.950 per kg dan gula pasir lokal seharga Rp18.650 per kg.

Analisis Stabilitas Harga

Kenaikan harga pangan pasca-lebaran ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang belum diimbangi dengan kembalinya aktivitas distribusi normal dari sentra produksi ke pasar-pasar tradisional. Banyak pedagang yang masih belum beroperasi secara penuh serta terbatasnya armada transportasi selama masa arus balik menjadi faktor penghambat melandainya harga.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan instansi terkait diharapkan terus melakukan monitoring intensif serta intervensi pasar jika tren kenaikan ini tidak kunjung melandai dalam sepekan ke depan. Hal ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat yang mulai beralih fokus pada persiapan arus balik dan kebutuhan rutin pasca-lebaran.