oleh

Atasi Krisis Sampah, Pemkot Depok Bangun Pabrik Pengolahan Berkapasitas 1.000 Ton di TPA Cipayung

banner 468x60

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah revolusioner untuk menuntaskan persoalan sampah yang kian kronis. Sebuah pabrik pengolahan sampah raksasa dengan kapasitas hingga 1.000 ton per hari kini mulai dipersiapkan.

Proyek strategis ini akan berpusat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, yang selama ini kondisinya telah mengalami kelebihan beban (overload). Pembangunan pabrik ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi darurat sampah di Kota Belimbing tersebut.

banner 336x280

Teknologi RDF: Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Berbeda dengan sistem pembuangan konvensional, pabrik ini akan mengadopsi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini bekerja dengan cara memproses sampah padat melalui pemilahan, pencacahan, hingga pengeringan untuk diubah menjadi bahan bakar alternatif.

Hasil akhir dari proses RDF ini memiliki nilai kalor tinggi yang setara dengan batu bara muda. Nantinya, produk tersebut dapat diserap oleh industri besar, seperti pabrik semen, sebagai sumber energi ramah lingkungan.

Baca Juga  Aksi Damai di Carita Berujung Ricuh, Anggaran Pelatihan Koperasi Rp5 Miliar Jadi Sorotan Utama

Solusi Jitu untuk TPA Cipayung yang Overload

Kondisi TPA Cipayung yang sudah mencapai titik jenuh menjadi alasan utama percepatan proyek ini. Dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton per hari, Pemkot Depok optimistis dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke zona penimbunan secara signifikan.

“Ini adalah langkah besar untuk memastikan Depok tidak lagi bergantung pada sistem gali-timbun (landfill). Kita bergerak menuju pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,” ujar perwakilan Pemkot Depok.

Target Operasional dan Dampak Lingkungan

Pembangunan pabrik ini tidak hanya menargetkan pengurangan volume sampah, tetapi juga bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar Cipayung. Bau menyengat dan risiko pencemaran air lindi diharapkan dapat berkurang drastis seiring dengan diterapkannya sistem pengolahan tertutup ini.

Baca Juga  Tingkatkan Pemahaman MBG, SPPG Insan Mandiri Jiput 02 Gandeng Puskesmas Edukasi Gizi Seimbang di Pandeglang

Pemkot Depok menargetkan proyek ini berjalan sesuai linimasa agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Selain aspek lingkungan, keberadaan pabrik ini diprediksi akan membuka lapangan kerja baru dan menciptakan kemandirian dalam pengelolaan limbah perkotaan.

Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah

Meskipun pabrik berkapasitas besar segera dibangun, Pemkot Depok tetap mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga). Sinergi antara teknologi canggih di hilir dan kesadaran warga di hulu dianggap sebagai kunci utama keberhasilan penanganan sampah di Kota Depok secara berkelanjutan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *