oleh

Geger! Pemuda di Brebes Ngaku Bunuh dan Mutilasi Ayah Kandung, Polisi Olah TKP di Dua Rumah

banner 468x60

BREBES — Warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, digemparkan oleh pengakuan mengejutkan seorang pemuda berusia 24 tahun bernama Hadi El Syarif. Ia dengan sengaja mendatangi kantor polisi dan mengaku telah melakukan pembunuhan serta memutilasi ayah kandungnya sendiri, Waslam.

Menindaklanjuti pengakuan tersebut, Tim Inafis Satreskrim Polres Brebes langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua lokasi berbeda di Desa Kemukten pada Sabtu (17/10/2026).

banner 336x280

Kapolsek Kersana, AKP Teguh Adi Winarko, menjelaskan bahwa kasus sadis ini bermula ketika terduga pelaku mendatangi Mapolsek Kersana pada Kamis (16/10/2026) malam sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca Juga  Identitas Mayat di Saluran Air Wanacala Terungkap, Remaja 17 Tahun Diduga Korban Tawuran Berdarah

“Awalnya Polsek Kersana kedatangan seorang pemuda, warga Desa Kemukten. Dia datang sekitar pukul 17.30, Kamis malam dan mengaku telah membunuh orang, yaitu ayahnya. Berdasarkan pengakuan tersebut kami tindaklanjuti,” ujar Teguh saat berada di lokasi olah TKP, Sabtu (17/10/2026).

Fokus Penyelidikan di Dua Rumah

Dari pengakuan awal pelaku kepada penyidik, aksi pembunuhan dan mutilasi tersebut diduga dilakukan di rumah tempat Hadi tinggal bersama keluarganya di Desa Kemukten. Sementara itu, rumah kedua yang berada di sebuah kompleks perumahan—yang dibeli secara kredit oleh pelaku—diduga kuat menjadi lokasi untuk merebus potongan jasad korban.

Kepada polisi, Hadi melontarkan pengakuan yang membuat bulu kuduk merinding. Ia mengaku memotong jasad sang ayah menjadi 10 bagian terpisah. Potongan-potongan tersebut kemudian direbus selama dua hari, dilanjutkan dengan membakar sisa tulang belulangnya selama dua hari berikutnya. Usai melalui proses tersebut, sisa jasad korban dibuang ke aliran dua sungai yang berbeda.

Baca Juga  Pengusaha Warteg Asal Brebes Tewas Dibunuh Suami, Motif Diduga Cemburu Buta

Kendati demikian, seluruh pengakuan mengerikan ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian sebagai materi penyelidikan. Tim Inafis diterjunkan untuk mencari barang bukti fisik yang dapat menguatkan keterangan pelaku, sementara sejumlah saksi dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar turut dipanggil untuk dimintai keterangan di Mapolres Brebes.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *