oleh

Pemuda Katolik Papua Tengah Gelar Rakerda I: Fokus Bangun Kemandirian dan Kemitraan Strategis dengan Pemerintah

banner 468x60

NABIRE – Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Provinsi Papua Tengah resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I yang dipusatkan di Nabire, Jumat (24/04/2026). Mengusung tema besar “Meningkatkan Mitra dengan Pemerintah”, agenda yang berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (25/04) ini bertujuan menyelaraskan program kerja organisasi dengan arah pembangunan daerah.

Pemerintah Harapkan Peran sebagai Tiang Punggung Daerah

Mewakili Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kepala Kesbangpol Albertus Adii menekankan bahwa sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Papua Tengah sangat membutuhkan kolaborasi dari organisasi kepemudaan.

banner 336x280

“Papua Tengah butuh sinergi untuk mewujudkan visi-misi Gubernur. Kami berharap Pemuda Katolik menjadi tiang punggung dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, infrastruktur, hingga menjaga toleransi antarumat beragama,” ujar Albertus saat membuka acara secara resmi.

Mandat Pusat: Kerja Riil dan Melayani Lebih Cerdas

Ketua Panitia, Hendrikus Yeimo, menjelaskan bahwa Rakerda perdana ini dapat terwujud berkat swadaya para senior, NGO, serta simpatisan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari mandat pimpinan pusat agar Komda menjalin kerja sama nyata untuk kepentingan pemuda.

Baca Juga  Lapuk dan Bocor Saat Hujan, Keluarga Pekerja Serabutan di Panimbang Pandeglang Bertahan di Rumah Tak Layak Huni

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPP Pemuda Katolik, Arnoldus Douw, mendorong kader di daerah untuk segera meluncurkan program konkret.

“Jangan hanya jadi penonton. Segera bentuk Rumah Konsultasi Bantuan Hukum (RKBH) dan Satgas untuk mengadvokasi isu-isu krusial seperti kekerasan hingga sengketa lahan. Kita harus level up dan melayani masyarakat dengan lebih cerdas,” tegas Arnoldus.

Membangun Mindset Kemandirian Ekonomi

Sekretaris Komda Pemuda Katolik Papua Tengah, Nathan Tebai, mengibaratkan organisasi yang dipimpinnya saat ini bak “bayi yang baru lahir”. Namun, ia menegaskan bahwa status tersebut bukan halangan untuk membangun kemandirian.

“Kemitraan strategis dengan pemerintah adalah jalan untuk membangun kemandirian. Ke depan, pemuda harus punya mindset usaha agar bisa independen dalam menyuarakan hak masyarakat, kepentingan gereja, serta mampu bermitra secara sehat dengan pemerintah,” jelas Nathan.

Baca Juga  Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal, Warga Desa Pusar Kembali Kepung PT Semen Baturaja

Pesan Persatuan dan Etika Politik

Dukungan juga datang dari Ketua KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, yang mengajak seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Papua Tengah untuk bersatu tanpa sekat demi kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua FKUB Papua Tengah, Ignatius Adii, memberikan pesan mendalam agar kader Pemuda Katolik tidak terjebak dalam arus politik praktis sebelum memiliki mental yang matang. “Belajar dengan baik dulu. Jika mental sudah siap, baru masuk politik. Pemuda Katolik harus jeli melihat masalah sosial dan tetap berpegang pada ajaran agama dalam menjalankan misi kerasulannya,” pungkas Ignatius.

Rakerda I ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi internal dan eksternal yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Tengah.

Penulis: Jeri P. Degei

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *