
BREBES – Krisis kemanusiaan akibat bencana tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, kian meruncing. Hingga Selasa (10/2/2026), tercatat sedikitnya 176 rumah warga mengalami kerusakan berat, namun upaya evakuasi jangka panjang masih terganjal sulitnya mencari lahan aman untuk relokasi.
Pergerakan tanah yang melanda Dukuh Bojongsari dan Dukuh Makam ini sebenarnya telah terdeteksi sejak 29 Januari lalu. Namun, intensitas retakan yang terus meluas memaksa warga hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Dari total rumah yang terdampak, 15 unit di antaranya telah dibongkar total secara swadaya guna menghindari korban jiwa sekaligus menyelamatkan material bangunan yang tersisa.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 527 jiwa kini terdampak langsung. Sebagian besar warga terpaksa mengungsi di tenda darurat yang kondisinya kian sesak, sementara sisanya menumpang di rumah kerabat.
Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, mengungkapkan bahwa hambatan terbesar saat ini adalah ketersediaan lahan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara).
“Kami berpacu dengan waktu, namun lahan lapang yang tersedia saat ini hanya cukup untuk tujuh unit huntara. Itu pun lokasinya masih sangat dekat dengan garis patahan tanah, sehingga risiko keamanannya masih tinggi,” ujar Sudiryo.
Pemerintah desa setempat kini tengah melobi pihak Perhutani untuk pemanfaatan lahan sebagai lokasi relokasi sementara. Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, proses perizinan masih dalam tahap pengajuan dan belum membuahkan kepastian bagi warga.
Bencana ini tidak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan fasilitas publik dan roda ekonomi desa. Retakan tanah yang kian melebar dilaporkan telah merusak satu masjid, dua mushola, serta bangunan TPQ/PAUD.
Kondisi ini diperparah dengan terhentinya aktivitas ekonomi warga. Mengingat sebagian besar korban adalah petani dan pedagang yang kini kehilangan akses atau harus fokus menyelamatkan diri, kebutuhan logistik harian di posko pengungsian pun menjadi sangat mendesak.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan langkah konkret terkait kepastian lahan relokasi agar mereka tidak berlama-lama terjebak dalam ketidakpastian di tenda pengungsian. (red
)














Komentar