
BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tabrakan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya dengan KRL pengangkut penumpang di wilayah Kabupaten Bekasi. Tragedi ini menjadi sorotan tajam setelah dilaporkan adanya korban jiwa dan penumpang yang terjebak di reruntuhan gerbong.
Mengawali pernyataannya dengan salam khas Sunda, “Assalamualaikum, Sampurasun,” Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada para korban dan keluarga yang tengah menghadapi cobaan berat ini.
Kronologi Singkat: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kecelakaan bermula saat KRL berhenti di lintasan yang diduga akibat adanya sebuah taksi listrik yang mengalami mogok tepat di perlintasan rel. Di saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak terhindarkan.
Insiden tragis ini mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dunia serta puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka. Bahkan, laporan terkini menyebutkan petugas masih berupaya keras mengevakuasi empat korban yang masih terjepit di dalam rangkaian kereta yang ringsek.
Pemprov Jabar Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Santunan
Sebagai bentuk gerak cepat dan tanggung jawab pemerintah daerah, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menjamin seluruh kebutuhan medis para korban.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit,” tegas Dedi dalam pernyataan resminya.
Selain jaminan biaya pengobatan, Pemprov Jabar juga telah menyiapkan santunan duka bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Masing-masing ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta.
Pesan Keselamatan untuk Warga
Dedi berharap tragedi di Bekasi ini menjadi musibah terakhir dan mendesak pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan perlintasan kereta api, terutama mitigasi kendaraan mogok di jalur rel.
“Musibah bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Karena itu, hati-hati di jalan, hati-hati di tempat kerja, dan hati-hati di rumah,” pesan Dedi mengingatkan warganya.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menundukkan kepala sejenak, mendoakan para korban agar mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan ekstra menghadapi peristiwa mencekam ini.








Tinggalkan Balasan