PANDEGLANG – Kondisi jalan rusak parah kembali memicu keluhan warga di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kali ini, sorotan datang dari warga Kecamatan Angsana yang mengeluhkan kerusakan jalan di Desa Kramatmanik yang sudah berlangsung lama namun belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.

Peri Abdullah, warga setempat, menyampaikan langsung kekecewaannya terkait kondisi akses jalan penghubung tersebut kepada redaksi pada Senin (4/5/2026).

Akses Utama yang Terabaikan

Jalan yang menjadi objek keluhan merupakan jalur vital yang menghubungkan Pasar Panimbang menuju Angsana. Jalur ini memegang peranan krusial sebagai rute utama bagi mobilitas warga yang hendak menuju pasar, Kota Serang, hingga ke Jakarta.

Peri mengungkapkan keheranannya atas minimnya perhatian dari pemerintah daerah maupun Provinsi Banten. “Iya, jalanannya sudah rusak dari dulu, begitu-begitu saja. Heran juga, masa tidak diperhatikan oleh pemerintah, termasuk Gubernur Banten,” tuturnya.

Dampak pada Pendidikan dan Ekonomi

Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga dinilai menjadi beban bagi sektor pendidikan. Peri menyoroti kesulitan yang harus dihadapi para pelajar setiap hari saat melintasi jalur tersebut.

Beberapa dampak utama yang dirasakan masyarakat antara lain:

  • Hambatan Pendidikan: Pelajar terhambat dalam perjalanan menuju sekolah karena kondisi jalan yang memprihatinkan.

  • Mobilitas Antar-wilayah: Terganggunya akses penghubung antara Kecamatan Angsana, Panimbang, hingga Sindangresmi.

  • Aktivitas Harian: Terhambatnya rutinitas warga yang bergantung pada jalur tersebut sebagai akses satu-satunya menuju pusat kegiatan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana perbaikan atau pemeliharaan jalan di wilayah Desa Kramatmanik tersebut. Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan guna mendukung mobilitas dan kesejahteraan masyarakat setempat. (DED/RED)