BEKASI – Aksi kriminalitas jalanan terekam kamera pengawas (CCTV) di wilayah Jalan Pondok Timur Indah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 09.27 WIB. Seorang pria bertopi nekat menggasak barang belanjaan milik warga yang tengah digantung di bagian depan sepeda motor yang sedang terparkir.

Ironisnya, tindakan melanggar hukum tersebut dilakukan sang pria dengan melibatkan serta mengajak istri dan dua anak mereka yang masih kecil.

Modus Operandi Berbagi Peran

Berdasarkan rekaman kamera pengawas yang menjadi bukti krusial di lapangan, modus operandi yang dilancarkan satu keluarga ini terbilang rapi namun terekam jelas:

  • Memantau Target: Awalnya pelaku pria melintas di lokasi kejadian berboncengan bersama istri dan dua anaknya menggunakan satu unit sepeda motor.

  • Berbagi Peran: Setelah melihat sasaran, pelaku berbalik arah mendekati motor korban. Sang istri kemudian turun dari boncengan sambil menggendong salah satu anaknya lalu berjalan menjauh untuk memantau situasi sekitar.

  • Eksekusi Cepat: Sembari tetap berada di atas motor bersama satu anak lainnya di bagian depan, pria bertopi tersebut dengan cepat menyambar kantong belanjaan yang tergantung di motor korban dan langsung memacu kendaraannya melarikan diri dari TKP.

Korban Alami Kerugian Bahan Pangan

Anak korban, Wulan, memberikan konfirmasi bahwa sepeda motor tersebut ditinggalkan oleh ibunya di area parkir depan toko grosir karena sang ibu harus masuk ke dalam untuk berbelanja kebutuhan lainnya.

“Isinya belanjaan dari pasar, daging ayam, sayuran, dan lain-lain info ibu saya. Untungnya gak ada dompet dan HP,” ungkap Wulan saat memberikan keterangan pada Sabtu (16/5/2026).

Imbauan Kewaspadaan untuk Warga

Meski kerugian materiil tidak mencakup barang elektronik atau surat berharga, insiden ini memicu keresahan tersendiri bagi warga urban Bekasi karena terjadi di siang bolong dan melibatkan anak-anak di bawah umur dalam pusaran tindak kriminal.

Wulan berharap rekaman kejadian ini dapat menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat luas agar tidak lagi teledor meninggalkan barang berharga maupun kantong belanjaan tanpa pengawasan di kendaraan. “Biar yang lain waspada aja intinya,” pungkasnya. (RED/BKS)