
JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mulai melancarkan strategi proaktif guna menggenjot masuknya modal asing ke wilayahnya. Langkah taktis ini ditunjukkan oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, yang turun langsung menghadiri forum bisnis internasional bertajuk “Forge Ahead in Indonesia: Co-building the Golden Age”. Pertemuan bisnis bergengsi tersebut diinisiasi oleh Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) Indonesia Alumni Association dan dipusatkan di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta pada Selasa (26/5/2026).
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Lebak ini menegaskan pergeseran paradigma birokrasi daerah yang kini tidak lagi sekadar menunggu kedatangan investor, melainkan mulai aktif merambah ke ruang-ruang diplomasi ekonomi internasional demi membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Sasar Jaringan Eksekutif Global dan Pengusaha Besar
Dalam lawatan bisnis tersebut, Wakil Bupati Amir Hamzah tidak datang sendiri. Dirinya tampak didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak. Di lokasi acara, delegasi Pemkab Lebak membaur bersama deretan pejabat pemerintah lintas sektoral, pelaku usaha makro, investor kakap, hingga jaringan alumni global CKGSB yang dikenal memiliki pengaruh luar biasa dalam konstelasi bisnis dan industri di Tiongkok.
Sebagai informasi, CKGSB merupakan salah satu sekolah bisnis papan atas di Tiongkok yang melahirkan eksekutif perusahaan global, pengusaha skala besar, hingga investor lintas negara.
“Kehadiran komunitas bisnis internasional ini dinilai menjadi peluang emas bagi daerah untuk membuka kanal komunikasi langsung (direct communication) dengan para calon investor potensial,” ungkap perwakilan delegasi di sela kegiatan.
Rangkaian forum strategis ini dikemas secara eksklusif, di mana para peserta mengikuti sesi registrasi resmi, menghadiri Inaugural Ceremony & Theme Forum, dan ditutup dengan jamuan makan malam resmi (gala dinner) bersama investor dan pengusaha internasional untuk menjajaki komitmen kerja sama secara informal.

Promosikan Sektor Pariwisata, Pertanian, dan Kawasan Industri
Forum ini sukses menjadi ruang perjumpaan bilateral yang strategis antara pemangku kepentingan Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam membedah peta pengembangan industri, peluang investasi hijau, hingga kolaborasi inovasi ekonomi di berbagai daerah.
Pemkab Lebak memanfaatkan panggung internasional ini secara maksimal sebagai ajang promosi untuk memaparkan lembar potensi daerah yang melimpah. Terdapat tiga sektor utama yang menjadi komoditas jualan Pemkab Lebak di hadapan para investor Tiongkok, antara lain:
-
Sektor Pariwisata: Menawarkan pengembangan destinasi wisata alam dan budaya unggulan di Lebak.
-
Sektor Pertanian: Membuka peluang investasi pada hilirisasi produk-produk pertanian lokal.
-
Kawasan Investasi: Mempromosikan kesiapan lahan dan kemudahan regulasi bagi pengembangan kawasan industri baru.
Melalui keaktifan dalam forum internasional seperti ini, Pemkab Lebak optimistis dapat memperluas jejaring kerja sama global secara berkelanjutan. Langkah “jemput bola” ini diharapkan mampu meyakinkan para pemodal internasional bahwa Kabupaten Lebak merupakan ramah investasi dan siap menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. (RED/LBK)








Tinggalkan Balasan