
PANDEGLANG – Suara keluhan mengenai ketimpangan pembangunan infrastruktur di pelosok Provinsi Banten kembali menggema di jagat maya. Kali ini, sebuah unggahan video amatir dari seorang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 15 Pandeglang mendadak viral di media sosial setelah secara blak-blakan mempertontonkan kondisi akses jalan menuju sekolahnya yang masih berupa tanah merah dan dipenuhi kubangan lumpur pekat.
Video berdurasi singkat yang memicu atensi luas dari netizen tersebut dibagikan oleh akun TikTok dengan nama pengguna @mipaonesmabel.
Sepatu Nyeker dan Risiko Terpeleset ke Sawah
Sosok di balik video viral tersebut adalah Dina Paletina, seorang siswi yang kini duduk di bangku kelas 11 SMAN 15 Pandeglang. Menggunakan gawainya, Dina melaporkan secara langsung potret buram jalanan di depan gerbang institusi tempatnya menimba ilmu, yang berlokasi di Kelurahan Banjarmasin, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Dalam narasinya, Dina menyampaikan kekecewaan mendalam lantaran akses jalan tersebut diklaim sama sekali belum pernah menyentuh program perbaikan atau pengaspalan dari otoritas terkait. Ketika hujan deras mengguyur kawasan Carita, jalan tanah tersebut seketika berubah wujud menjadi bubur lumpur yang becek dan digenangi air.
“Kembali bersama saya Dina Paletina kelas 11 sekolah di SMA Negeri 15 Pandeglang. Saya ingin mengabarkan kembali jalan di sekolah saya yang tidak ada perubahan sama sekali,” cetus Dina dengan nada getir dalam rekaman video tersebut.
Kondisi ekstrem ini diakui sangat mengganggu stabilitas aktivitas belajar-mengajar harian. Demi menyiasati agar sepatu sekolah tidak kotor dan basah akibat terjebak lumpur, para siswa terpaksa bertelanjang kaki atau mengganti alas kaki mereka menggunakan sandal jepit dari rumah. Medan jalan yang licin bahkan sering kali mencelakai para pelajar hingga terpeleset.

“Saat ini posisi sedang hujan atau sehabis hujan malah makin parah dan becek. Kita pengen punya jalan yang layak agar tidak asuk-asrukan (bersusah payah melintas) ke sawah. Kita memakai sandal untuk ke sekolah, ada yang terpeleset,” keluh Dina menjabarkan penderitaan rekan-rekannya.
Sentil Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang
Dina mengaku sangat terpukul karena aspirasi serta penderitaan fisik yang dirasakan oleh para pelajar dan warga sekitar terkesan diabaikan dan dibiarkan menahun tanpa solusi konkret. Melalui video yang kini ditonton oleh ribuan pasang mata tersebut, ia melayangkan tuntutan terbuka yang ditujukan langsung kepada pucuk pimpinan daerah.
“Ini tidak ada perubahan sama sekali. Kami mohon bapak gubernur, bupati Pandeglang untuk membantu kami ingin mendapatkan jalan yang layak,” tegasnya penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video di akun @mipaonesmabel tersebut terus banjir komentar keprihatinan dari warganet. Banyak netizen menilai kondisi ironis ini menjadi tamparan keras bagi jalannya roda birokrasi, mengingat hak anak-anak untuk mengakses fasilitas pendidikan yang aman dan memanusiakan belum terpenuhi secara merata di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang maupun Pemerintah Provinsi Banten untuk segera turun tangan melakukan pengerasan jalan atau betonisasi, agar potret buruk infrastruktur ini tidak terus mengorbankan masa depan generasi penerus bangsa. (DED/PDG)








Tinggalkan Balasan