BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang memutus total ruas jalan kabupaten di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa langkah relokasi jalan menjadi solusi utama mengingat kondisi geografis yang tidak lagi memungkinkan untuk perbaikan di titik lama.

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) dini hari setelah wilayah Brebes selatan diguyur hujan dengan intensitas ekstrem. Aliran Kali Longkrang yang meluap hebat menggerus tebing setinggi 30 meter, yang mengakibatkan badan jalan sepanjang 50 meter ambles total ke dasar sungai.

Kondisi Darurat dan Relokasi Jalur

Saat meninjau lokasi bencana, Bupati Paramitha mengungkapkan bahwa keselamatan warga dan pemulihan konektivitas antar-desa adalah prioritas mendesak. Berdasarkan hasil kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, perbaikan pada titik jalan yang sama dinilai terlalu berisiko.

“Kondisi tanah di titik ini sudah sangat labil dan tebingnya sangat curam. Jika kita paksakan membangun di titik yang sama, risikonya terlalu besar bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, kami putuskan untuk melakukan relokasi jalan ke sisi timur,” ujar Bupati Paramitha di sela-sela peninjauannya.

Relokasi ini akan mengalihkan jalur jalan ke lahan yang lebih stabil untuk menghindari potensi longsor susulan. Bupati juga telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan pendekatan dengan pemilik lahan di sisi timur agar proses pembangunan jalan baru dapat segera dimulai.

Dampak pada Fasilitas Pendidikan

Selain memutus akses transportasi utama warga Cilibur menuju Langkap, longsor tersebut juga mengancam bangunan SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan. Bangunan kamar mandi sekolah dilaporkan telah roboh terbawa longsor, sementara bangunan utama kini berada tepat di bibir tebing yang retak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan BPBD untuk memastikan area tersebut dikosongkan sementara guna menghindari jatuhnya korban jika terjadi longsor susulan,” tambah Bupati.

Koordinasi Lintas Sektoral

Pemkab Brebes juga tengah menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pengalokasian dana darurat bencana. Mengingat pentingnya jalur ini bagi ekonomi dan aktivitas pendidikan warga, diharapkan pengerjaan fisik jalan relokasi dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas dialihkan sepenuhnya ke jalur alternatif. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi lama, mengingat kondisi tanah di wilayah Cilibur masih menunjukkan tanda-tanda pergerakan (retakan).(ar/kdj)