oleh

Tragis! Diduga Akibat Korsleting Lampu, 25 Ekor Kambing di Wanasari Brebes Hangus Terpanggang

banner 468x60

BREBES – Petaka melanda para peternak di wilayah Kabupaten Brebes. Sebanyak 25 ekor kambing dilaporkan tewas mengenaskan dengan kondisi gosong akibat kandang yang mereka tempati ludes dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran hebat ini menimpa sebuah kandang komunal di Desa Jagalampeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Rabu siang (8/7/2026).

Insiden yang terjadi sekira pukul 14.30 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada instalasi lampu penerangan di dalam bangunan kandang.

banner 336x280

Api Membesar Cepat, Puluhan Ternak Terjebak

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, bangunan kandang yang hangus tak bersisa tersebut diketahui merupakan milik dua orang warga setempat bernama Suyad dan Widno. Amukan si jago merah pertama kali disadari oleh sejumlah warga sekitar yang mendadak melihat kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari arah belakang struktur bangunan.

Baca Juga  Maling Motor Sawah di Banjarharjo Babak Belur Diamuk Massa, Satu Rekannya Kabur Terbirit-birit!

Lantaran material kandang didominasi oleh bahan yang mudah terbakar seperti kayu dan bambu kering, kobaran api langsung meluas secara agresif dan mengurung seluruh area dalam hitungan menit. Apes, 25 ekor kambing yang tengah berada di dalam sekatan kandang tidak sempat diselamatkan dan terjebak di tengah kobaran api yang mengganas.

Melihat situasi yang darurat, warga setempat langsung bergerak cepat secara gotong-royong melakukan pemadaman dengan alat seadanya, sembari menghubungi unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Brebes.

Berhasil Dipadamkan, Kerugian Capai Puluhan Juta

Sinergi solid antara respons cepat petugas Damkar dan aksi tanggap masyarakat membuahkan hasil. Kobaran api yang sempat mengancam area sekitar akhirnya resmi dijinakkan dan dinyatakan padam total sekira pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Wanasari, Iptu Joko Widiyanto, mengonfirmasi bahwa jajarannya langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan guna mengamankan TKP serta membantu mempercepat proses evakuasi dan pemadaman.

“Petugas piket kami langsung turun ke lapangan untuk membantu proses pemadaman. Dan selama proses itu berjalan lancar,” ungkap Iptu Joko Widiyanto saat memberikan rilis konfirmasi.

Pasca-api padam, petugas gabungan dibantu warga tetap melakukan prosedur pendinginan (cooling down) secara menyeluruh guna mengantisipasi munculnya titik api tersembunyi. Pihak kepolisian juga terpantau langsung melakukan pendataan visual, memasang garis polisi, serta menggali keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian.

Akibat musibah kebakaran yang menghanguskan seluruh aset ternak siap jual ini, total kerugian material yang diderita oleh korban pemilik kandang ditaksir mencapai angka puluhan juta rupiah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan penyebab kebakaran mengarah pada masalah instalasi lampu di kandang. Meski begitu, untuk kepastian penyebab aslinya, kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek Wanasari.(cah)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *