CILEGON – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten yang diselenggarakan di Kota Cilegon diwarnai keluhan masif terkait buruknya kualitas logistik. Sejumlah atlet dari berbagai daerah dilaporkan mengalami gangguan pencernaan akut hingga menderita diare massal setelah mengonsumsi makanan kemasan (nasi box) yang disediakan oleh pihak panitia pelaksana.

Kondisi memprihatinkan ini mendadak viral setelah potongan foto menu makanan tersebut beredar luas di grup percakapan WhatsApp dan platform media sosial. Keluhan tajam datang dari para kontingen yang menyayangkan rendahnya nilai gizi makanan, padahal para atlet dituntut memiliki stamina prima untuk menjalani laga dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, satu porsi nasi box untuk para atlet pelajar tersebut hanya berisi nasi putih, sebutir telur, bakwan jagung, dan dominasi beberapa jenis sambal. Sajian ini dinilai jauh dari standar nutrisi seimbang yang kaya akan protein dan karbohidrat kompleks.

“Ini nasi box atlet POPDA. Atlet-atlet pada mengeluhkan makanan yang diberikan. Sedih melihatnya, atlet yang sedang bertanding malah mendapatkan menu seperti ini,” ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (15/6/2026).

Tim Basket Putri Cilegon Tumbang Akibat Diare

Dampak dari buruknya sanitasi dan komposisi makanan tersebut langsung memakan korban. Pada hari pertama dan kedua pelaksanaan pertandingan, sejumlah atlet dari tim bola basket putri asal Kota Cilegon dilaporkan terpaksa bertanding dalam kondisi fisik lemas akibat terserang diare.

Selain porsinya yang minim, beberapa menu pendamping seperti perkedel jagung dinilai lebih banyak menggunakan adonan tepung daripada bahan utama utuh. Tidak hanya itu, panitia juga dinilai teledor karena menyajikan menu yang didominasi oleh unsur pedas seperti sambal hijau, sambal balado, hingga tumisan pedas yang sensitif bagi lambung para olahragawan.

Memasuki hari ketiga kompetisi, banyak ofisial dan atlet yang akhirnya memilih merogoh kocek pribadi untuk membeli lauk tambahan yang lebih sehat di luar area penginapan demi menjaga performa fisik di arena tanding.

Disporapar Cilegon Janji Evaluasi Vendor Konsumsi

Merespons gelombang protes yang kian meluas, Pemerintah Kota Cilegon melalui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Sakri Jasiman, langsung angkat bicara. Pihaknya memastikan akan segera memanggil penyedia jasa boga (vendor) terkait dan melakukan evaluasi total atas buruknya kualitas konsumsi selama POPDA XII Banten 2026 bergulir.

Sakri menjamin bahwa seluruh kritik, saran, dan keluhan yang dilayangkan oleh para kontingen akan dijadikan basis koreksi mutlak agar kualitas makanan kemasan yang disajikan pada hari-hari berikutnya dapat segera diperbaiki sesuai dengan standar regulasi gizi peserta.

Ajang POPDA XII Banten sejatinya menjadi panggung pembibitan atlet muda potensial di tingkat provinsi. Adanya insiden keracunan atau gangguan pencernaan akibat tata kelola logistik yang serampangan ini diharapkan menjadi pelajaran keras bagi panitia daerah agar lebih profesional dalam mengelola anggaran pembinaan olahraga.