
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, mendorong para amil serta pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mengoptimalkan penyaluran dana umat ke arah program pemberdayaan masyarakat. Zakat dinilai memiliki potensi besar untuk tidak sekadar memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga menjadi modal usaha produktif yang menyejahterakan penerimanya secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut ditekankan Andra Soni saat menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an dan Gebyar Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (10/3/2026).
“Pemerintah Provinsi Banten berharap BAZNAS terus mengembangkan program zakat produktif. Kita ingin pemberian zakat ini dapat membuat penerimanya menghasilkan sesuatu secara mandiri dan terus-menerus. Zakat yang diberikan sebaiknya tidak langsung habis, tetapi dikembangkan untuk membantu usaha jangka panjang,” ujar Andra.
Lebih lanjut, Gubernur meyakini bahwa potensi himpunan zakat di Banten masih bisa dimaksimalkan lewat berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan catatan BAZNAS Provinsi Banten, sepanjang tahun 2025, total zakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp29,308 miliar dan telah disalurkan kepada 56.629 penerima manfaat.
Selain sektor ekonomi, Andra juga mengapresiasi alokasi zakat di sektor pendidikan karena sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Wawan Wahyuddin, memastikan bahwa seluruh mekanisme penyaluran zakat telah mematuhi ketentuan syariat, yakni disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) yang berhak.
“Sesuai firman Allah, dana ini akan disalurkan di antaranya kepada fakir miskin, mualaf, gharimin, ibnu sabil, dan fisabilillah agar memberikan keberkahan bagi semua,” jelas Wawan. Melalui momentum Gebyar Zakat ini, BAZNAS menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.
Sebagai bentuk keteladanan, Gubernur Andra Soni didampingi sang istri, Tinawati, turut menunaikan zakatnya secara langsung melalui BAZNAS dalam acara tersebut. Ia juga menyerahkan santunan kepada para pramukantor di lingkungan Pemprov Banten dan masyarakat kurang mampu di sekitar KP3B.
Syenal (29), salah seorang pramukantor penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian yang diberikan. “Sangat bersyukur, bantuan ini bisa digunakan untuk keperluan hari raya anak dan istri,” tuturnya.(ned/PWGK)









Tinggalkan Balasan