CIREBON – Kepadatan lalu lintas terpantau di sejumlah titik ruas jalan Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon. Jalan yang berada di kawasan perbatasan ini kini menjadi magnet baru bagi warga lintas daerah, terutama pada akhir pekan.

Padatnya arus kendaraan tak lepas dari perubahan wajah jalan yang sebelumnya rusak parah dan sulit dilalui. Berkat program rekonstruksi yang digagas Kang Dedi Mulyadi (KDM), jalan tersebut kini disulap menjadi jalur leucir yang mulus dan estetik, bahkan berkembang menjadi destinasi wisata dadakan.

Sebelum dibangun, akses di Desa Tonjong kerap dikeluhkan warga karena berlubang dan rawan kecelakaan. Kini kondisinya berbanding terbalik. Kendaraan roda dua hingga roda empat silih berganti melintas, membuat beberapa titik mengalami kemacetan, terutama di jam-jam sibuk.

Tak hanya memperbaiki akses, keberadaan jalan leucir ini juga membawa dampak ekonomi. Aktivitas UMKM warga setempat ikut terdongkrak. Lapak makanan, minuman, hingga produk lokal bermunculan di sepanjang jalur tersebut.

“Sekarang ramai terus, terutama sore dan akhir pekan. Alhamdulillah jualan ikut laku,” ujar salah satu pelaku UMKM setempat.

Jalan Desa Tonjong memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, serta menghubungkan Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Brebes.

Namun di balik ramainya jalan Tonjong, ironi justru terlihat jelas di sisi perbatasan Kabupaten Brebes. Kondisi jalan desa yang berada tepat di seberang wilayah Jawa Tengah masih rusak berat, tak terawat, dan menyulitkan aktivitas warga.

Warga perbatasan Brebes pun berharap adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mereka menilai, pembangunan seperti yang dilakukan KDM di wilayah Jawa Barat layak menjadi contoh.

“Perbedaannya terasa sekali. Masuk Cirebon jalannya bagus, masuk Brebes langsung rusak. Kami berharap Pemprov Jateng bisa melakukan perbaikan,” kata seorang warga perbatasan.

Kondisi ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal jalan mulus, tetapi juga pemerataan dan kehadiran negara hingga ke wilayah terluar.