
PANDEGLANG – Akses jalan menuju SMAN 15 Pandeglang kini menjadi sorotan tajam setelah video yang memperlihatkan perjuangan para siswa melewati jalanan tanah yang licin dan berlumpur viral di media sosial. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi para pelajar yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
Akses yang dipenuhi tanah basah ini dilaporkan sangat membahayakan keselamatan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Faktor Penyebab dan Dampak di Lapangan
Kondisi jalan yang sudah buruk diperparah oleh beberapa faktor teknis dan aktivitas di sekitar lokasi:
-
Dampak Pembangunan: Aktivitas pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di sekitar jalur tersebut membuat akses semakin berat dilalui, baik oleh pejalan kaki maupun kendaraan.
-
Keselamatan Berkendara: Permukaan tanah yang lembek mengakibatkan banyak kendaraan roda dua mengalami kesulitan melintas hingga berisiko tergelincir.
-
Keluhan Warga: Masyarakat sekitar menyatakan bahwa para siswa harus bekerja ekstra hati-hati karena permukaan jalan berubah menjadi sangat licin saat hujan turun.
Terkendala Status Lahan Pribadi
Berdasarkan informasi di lapangan, belum adanya penanganan permanen terhadap jalan tersebut dikarenakan status lahan yang masih merupakan milik pribadi. Hal ini menyebabkan upaya perbaikan memerlukan koordinasi intensif antar berbagai pihak terkait agar solusi jangka panjang dapat segera diimplementasikan.
Masyarakat Desak Penanganan Cepat
Warga berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap akses vital pendidikan ini. Beberapa poin tuntutan masyarakat meliputi:

-
Pengerasan Jalan: Mendesak adanya langkah cepat berupa pengerasan jalan sementara untuk mengurangi lumpur.
-
Perbaikan Drainase: Meminta pembangunan drainase agar aliran air tidak memperparah kondisi jalan saat hujan.
-
Koordinasi Lahan: Mengharap pemerintah segera memediasi pemanfaatan lahan demi kenyamanan dan keamanan para siswa SMAN 15 Pandeglang.
“Kami berharap ada perhatian serius. Ini akses pendidikan, setiap hari dipakai anak sekolah,” tegas salah seorang warga menyampaikan aspirasinya. (RED/PDG)








Tinggalkan Balasan