
PALEMBANG – Tim Manggala Agni Sumatera XVI-Lahat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar kawasan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Selasa (11/8/2026). Amukan si jago merah kembali mengancam wilayah pinggiran Kota Palembang saat musim kemarau melanda.
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan mencatat angka mengkhawatirkan terkait luas karhutla Sumatera Selatan 2026 dan provinsi prioritas lainnya sejak Januari hingga 9 Agustus 2026.
Data Kemenko Polkam menunjukkan total luas karhutla Sumatera Selatan 2026 telah menembus angka 664,87 hektare.
Kalimantan Barat dan Riau Paling Parah
Meskipun Sumsel menyumbang angka ratusan hektare, wilayah Kalimantan Barat menduduki posisi puncak kerusakan terluas. Kebakaran melahap sekitar 28.680,47 hektare lahan di Kalbar.
Provinsi Riau menyusul di urutan kedua dengan luas kebakaran mencapai 15.551,76 hektare.
Berikut rincian luas karhutla di enam provinsi prioritas hingga Agustus 2026:
-
Kalimantan Barat: 28.680,47 hektare
-
Riau: 15.551,76 hektare
-
Kalimantan Tengah: 3.069,52 hektare
-
Sumatera Selatan: 664,87 hektare
-
Jambi: 540 hektare
-
Kalimantan Selatan: 383,07 hektare
Secara akumulatif, bencana karhutla telah memusnahkan lebih dari 107 ribu hektare hutan dan lahan di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026.
Lonjakan angka luas karhutla Sumatera Selatan 2026 yang mencapai 664,87 hektare membuktikan bahwa pola pencegahan di tingkat tapak masih sangat rapuh. Pemerintah daerah jangan hanya mengandalkan ketangguhan petugas Manggala Agni yang berjibaku memadamkan api di lapangan dengan peralatan terbatas. Satgas Karhutla wajib menyasar dalang pembakar lahan dan Korporasi nakal yang sengaja memanfaatkan musim kemarau untuk pembersihan lahan secara murah. Jika penegakan hukum melandai, ancaman bencana kabut asap lintas batas negara akan kembali melumpuhkan ekonomi dan kesehatan masyarakat.




















Komentar