oleh

Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Massa dan Aparat Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

banner 468x60

BANDA ACEH – Momen peringatan Hari Damai Aceh yang dipusatkan di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, berujung pada kericuhan mencekam, Sabtu (15/8/2026). Kelompok massa terlibat bentrokan fisik dengan aparat gabungan TNI dan Polri menyusul adanya pelarangan pengibaran bendera bintang bulan.

Insiden bermula tatkala sejumlah elemen masyarakat bersikeras menaikkan bendera bintang bulan di salah satu tiang bendera dalam kompleks area masjid. Upaya tersebut langsung dicegah secara tegas oleh personel TNI yang tengah bersiaga mengamankan lokasi.

banner 336x280

Pelarangan atribut itu membuat suasana seketika memanas. Ketegangan memuncak usai aparat keamanan terpaksa melepaskan serangkaian tembakan peringatan ke udara guna meredam situasi. Suara letusan senjata tersebut sontak membuat kerumunan massa di halaman masjid tiarap untuk berlindung.

Namun, alih-alih membubarkan diri, sebagian massa yang tersulut emosi justru bangkit dan mengejar aparat TNI yang bertugas di area masjid. Aksi pengejaran dan amuk massa ini meluas hingga ke kawasan depan Gedung DPRK Banda Aceh dan persimpangan Kodim. Massa secara brutal melempari petugas menggunakan batu dan berbagai benda keras lainnya.

Baca Juga  Utang BUMN Rp 3,7 Triliun ke Bank BJB Jadi Beban Jabar, Dedi Mulyadi: Daerah Harusnya Dibantu

Guna menghalau eskalasi kekerasan, aparat gabungan membalas dengan kembali melepaskan tembakan peringatan serta menembakkan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa.

Buntut dari bentrokan hebat ini, sejumlah kendaraan yang tengah terparkir di sekitar area lokasi kejadian mengalami kerusakan parah akibat hujan batu. Situasi kian tak terkendali ketika sebuah sepeda motor milik aparat TNI yang ditinggalkan di sekitar kompleks masjid dilaporkan hangus dibakar oleh massa yang mengamuk. Usai bentrokan, sisa-sisa selongsong peluru dari tembakan peringatan juga tampak berserakan di jalanan.

Baca Juga  Wujudkan Kepedulian, PWGK-Kresek Salurkan Santunan dan Sembako untuk 150 Yatim-Dhuafa

Selain kerugian materiil, bentrokan fisik tersebut juga memakan korban. Seorang peserta aksi demonstrasi dilaporkan menderita luka di bagian kepala dan harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis.

Kericuhan perlahan mulai mereda setelah personel TNI mengambil langkah mundur untuk menjauhi kejaran massa. Meski demikian, sejumlah masyarakat dilaporkan masih memilih bertahan di seputaran Masjid Raya Baiturrahman guna menyuarakan protes atas pelarangan pengibaran bendera bintang bulan.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih bersiaga dan melakukan pengamanan ketat di radius Masjid Raya Baiturrahman guna mencegah bentrokan susulan. Pihak berwenang mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri agar insiden ini tidak memicu konflik yang lebih luas, sekaligus menjaga marwah dan esensi perdamaian di peringatan Hari Damai Aceh.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *