TANGERANG – Kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan. Jalan Raya Talok yang berlokasi di Desa Talok, Kecamatan Kresek, dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, akses jalan poros kabupaten ini dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan selama hampir tiga tahun.

Kondisi Jalan Menghawatirkan

Hasil dokumentasi di lapangan menunjukkan badan jalan beton mengalami keretakan hebat, amblas di beberapa titik, hingga terbelah. Kerusakan ini menyisakan lubang-lubang menganga yang kerap digenangi air saat hujan turun, sehingga menyulitkan pengendara roda dua maupun roda empat untuk melintas.

Warga setempat bahkan memasang penanda seadanya berupa ranting pohon dan plastik bekas di titik-titik kerusakan paling parah sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengendara agar tidak terperosok.

Suara Warga: “Tiga Tahun Hanya Janji”

Salah satu warga pengguna jalan mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang maupun dinas terkait.

“Sudah hampir tiga tahun kondisinya begini, makin hari makin parah. Ini jalan poros utama, akses ekonomi warga, tapi seperti dianaktirikan. Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar survei tanpa realisasi,” ujar salah seorang warga yang melintas, Rabu (14/1/2026).

Senada dengan itu, para pengguna jalan mengeluhkan risiko kecelakaan yang meningkat, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan di area jalan yang rusak tersebut.

Analisis Infrastruktur: Urgensi Perbaikan Jalan Poros

Sebagai jalan poros kabupaten, Jalan Raya Talok memiliki peran vital dalam menghubungkan antar-kecamatan dan distribusi logistik. Kerusakan yang dibiarkan bertahun-tahun mencerminkan lemahnya prioritas pemeliharaan infrastruktur di wilayah pelosok Tangerang.

Kritik untuk Dinas Terkait:

  • Ketidakhadiran Pemerintah: Kurun waktu tiga tahun tanpa perbaikan menunjukkan adanya sumbatan komunikasi atau prioritas anggaran yang belum tepat sasaran di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang.

  • Risiko Ekonomi: Akses jalan yang buruk menghambat mobilitas warga dan meningkatkan biaya operasional kendaraan bagi pelaku usaha kecil di Desa Talok.

Harapan Masyarakat

Warga mendesak Pj Bupati Tangerang dan DPRD Kabupaten Tangerang untuk segera turun lapangan dan menginstruksikan perbaikan permanen. Masyarakat meminta agar perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam, melainkan rekonstruksi jalan beton yang lebih kokoh mengingat kontur tanah di lokasi yang rawan amblas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Kresek maupun dinas terkait mengenai rencana perbaikan Jalan Raya Talok dalam anggaran tahun 2026.