Kondisi Darurat: Jalan beton mengalami keretakan hebat, amblas, hingga terbelah dengan lubang menganga yang membahayakan pengendara roda dua dan empat.
Pengabaian Kronis: Infrastruktur ini dilaporkan telah terbengkalai selama hampir tiga tahun tanpa adanya perbaikan nyata dari pemerintah daerah.
Risiko Keselamatan: Minimnya penerangan jalan memperparah risiko kecelakaan di malam hari; warga terpaksa memasang ranting pohon sebagai penanda lubang manual.
Dampak Ekonomi: Sebagai jalan poros kabupaten, kerusakan ini menghambat distribusi logistik dan mobilitas ekonomi warga di Desa Talok dan Kecamatan Kresek.
Tuntutan Warga: Masyarakat mendesak Pj Bupati Tangerang dan DBMSDA untuk melakukan rekonstruksi permanen, bukan sekadar tambal sulam, karena kondisi tanah yang rawan amblas.






