
BANDAR LAMPUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak mati Bahroni alias Roni, dalang sekaligus eksekutor penembakan Bripka Anumerta Arya Supena, pada Jumat pagi (15/5/2026). Pelaku terpaksa dilumpuhkan hingga tewas di tempat karena melakukan perlawanan aktif yang membahayakan nyawa petugas saat proses penangkapan berlangsung.
Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf, mengungkapkan bahwa tim gabungan berhasil mengendus persembunyian Roni di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran.
Kronologi Perlawanan dan Barang Bukti
Saat hendak diringkus, tersangka yang sempat buron tersebut berusaha melawan dengan menodongkan senjata api rakitan jenis revolver ke arah petugas.
-
Tindakan Tegas: Akibat ancaman senjata api tersebut, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan pelaku tewas di lokasi.
-
Barang Bukti: Polisi mengamankan satu pucuk revolver rakitan, satu bilah pisau, sejumlah amunisi, dan satu unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.
-
Temuan Senjata Organik: Secara terperinci, petugas menemukan pistol jenis HS 9 milimeter dengan nomor seri A204161. Senjata tersebut terdeteksi sebagai milik anggota kepolisian.
Peran Pelaku dan Rekam Jejak Kejahatan
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka lain, Roni diidentifikasi sebagai aktor intelektual sekaligus eksekutor utama dalam aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Lampung. Jenazah pelaku kini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, polisi telah menangkap rekan pelaku bernama Hamli di Kecamatan Jabung, Lampung Timur, pada Senin (11/5/2026). Hamli juga dilaporkan melakukan perlawanan saat upaya paksa dilakukan, sehingga petugas melumpuhkannya dengan tembakan di bagian kaki.
Gugurnya Bripka Arya Supena
Bripka Anumerta Arya Supena gugur dalam tugas setelah ditembak oleh pelaku saat sedang menghalau aksi pembegalan di wilayah Pelab Ratu, Bandar Lampung. Insiden tragis tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya viral di media sosial, memicu kecaman keras dari publik terhadap aksi kekejaman para pelaku. Dengan tewasnya Roni, polisi berharap komplotan begal sadis ini dapat segera diberantas hingga ke akar-akarnya. (RED/LPG)














Komentar