PALEMBANG – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rony Samtana, mengungkap perkembangan terbaru terkait manifes korban kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Total korban meninggal dunia dalam insiden tragis tersebut kini tercatat mencapai 19 orang.

Data ini dipastikan setelah adanya korban luka berat yang dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kondisi Evakuasi dan Identifikasi Jenazah

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa penanganan seluruh jenazah korban sempat dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Palembang.

  • Lokasi Meninggal: Sebanyak 17 korban dilaporkan meninggal dunia langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sedangkan 2 korban lainnya mengembuskan napas terakhir dalam perawatan medis di rumah sakit.

  • Temuan Kantong Jenazah: Rony menjelaskan sempat terjadi perbedaan hitungan awal karena dari 16 kantong jenazah yang dievakuasi, ternyata ditemukan 17 jenazah. Hal ini terjadi lantaran terdapat satu kantong yang berisi dua potongan bagian tubuh (body part) yang berbeda.

  • Proses Tes DNA: Hingga saat ini, masih ada 3 jenazah korban yang belum berhasil teridentifikasi. Tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan sampel DNA untuk memastikan identitas mereka.

Korban Luka Memburuk Pasca-Operasi

Rony juga memaparkan kondisi dua korban selamat yang sempat dilarikan dan mendapat perawatan di RS Bhayangkara, yaitu Ngadiono (44) dan Jumiatun (43). Namun, takdir berkata lain bagi Jumiatun yang akhirnya dinyatakan meninggal dunia usai menjalani tindakan operasi pengangkatan jaringan Nekrotik.

“Pada malam hari hingga dini hari kondisi pasien mengalami perburukan dan setelah dilakukan tindakan medis intensif pasien dinyatakan tidak dapat tertolong lagi dan meninggal dunia pukul 05.48 WIB,” ungkap Rony dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Duka Mendalam di Jalur Lintas

Bertambahnya jumlah korban ini semakin menegaskan kedahsyatan benturan yang terjadi antara armada bus ALS dan truk tangki BBM tersebut. Pihak Polda Sumsel memastikan penanganan hukum serta proses identifikasi sisa korban akan terus diprioritaskan hingga seluruh jenazah dapat diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing dengan layak. (RED/PLG)