oleh

Pelabuhan Belawan Jadi “Sarang” Preman, Sopir Truk Dipalak Modus Pengawalan, Kapolda Sumut Diminta Tegas

banner 468x60

MEDAN – Kawasan Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, seakan menjadi momok menakutkan bagi para sopir truk angkutan logistik antarprovinsi. Praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) di wilayah tersebut disinyalir makin merajalela, menjadikan para sopir sebagai “sapi perah” oknum tak bertanggung jawab.

Kasus terbaru menimpa seorang sopir truk ekspedisi berinisial OKA VIANTO pada Selasa (10/3/2026). Saat tengah menjalankan tugasnya mengirim barang menuju salah satu area di Pelabuhan Belawan, ia menjadi korban pemalakan oleh sekelompok preman dengan modus menawarkan jasa pengawalan.

banner 336x280

Berdasarkan keterangan korban, aksi premanisme ini tidak sebatas meminta uang. Jika sopir menolak memberikan “uang kawal”, para pelaku tidak segan melakukan tindakan intimidasi dan pengancaman, salah satunya berupa pelemparan batu ke arah truk. Mirisnya, bagi korban Oka Vianto, pemalakan dengan modus serupa di wilayah Pelabuhan Belawan ini sudah merupakan kejadian yang kedua kalinya.

Baca Juga  Miris! Polisi Gerebek Daycare di Umbulharjo Yogya, Temukan Anak dalam Kondisi Kaki dan Tangan Terikat

Kondisi yang sudah menjadi rahasia umum ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Makmur Napitupulu, mengecam keras maraknya aksi premanisme yang merugikan pahlawan logistik tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Makmur dengan nada geram mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan membasmi aksi kriminalitas jalanan ini.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp750 Juta untuk Temukan Aman Yani, Buron Kasus Indramayu

“Masyarakat saat ini sudah sangat sulit untuk mencari uang, jangan lagi ditambah beban dengan aksi premanisme seperti ini. Kami sangat berharap dan meminta dengan tegas kepada Kapolda Sumatera Utara serta jajaran Polres Pelabuhan Belawan untuk segera menyapu bersih para preman di wilayah Sumatera Utara, terkhusus di area Pelabuhan Belawan,” tegas Makmur.

Lebih lanjut, ia berharap aparat kepolisian dapat memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para sopir truk logistik antarprovinsi agar roda perekonomian dan distribusi barang tidak terhambat oleh aksi premanisme.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *