oleh

Prabowo Meledak! Sebut Penyerangan Aktivis Andrie Yunus Terorisme Biadab: “Kejar Sampai Aktor Intelektualnya!”

banner 468x60

BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap aksi kekerasan yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dalam sesi tanya jawab di kediamannya di Hambalang, Kamis (19/3/2026), Presiden dengan nada tegas mengutuk keras aksi penyiraman air keras tersebut dan melabelinya sebagai tindakan terorisme.

“Ini adalah terorisme! Ini tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut!” tegas Prabowo di hadapan para jurnalis senior dan pakar.

banner 336x280

Bukan Sekadar Kriminal Biasa

Bagi Prabowo, serangan terhadap aktivis bukan hanya sekadar tindak pidana penganiayaan, melainkan serangan terhadap demokrasi dan kemanusiaan. Ia menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya berhenti pada eksekutor di lapangan, tetapi harus mampu menyeret dalang utama ke balik jeruji besi.

Baca Juga  Kasus Richard Lee Masuk Tahap Penuntutan, Kejati Banten Terima Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti

“Siapa yang menyuruh? Siapa yang membayar? Saya minta diusut benar sampai ke aktornya,” imbuhnya. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bagi aparat penegak hukum bahwa tidak ada ruang bagi dalang kejahatan untuk bersembunyi.

Jaminan Tanpa Impunitas: Libatkan TNI dan Polri

Kasus yang mengakibatkan Andrie Yunus mengalami luka bakar serius sebesar 24% ini telah memasuki babak baru. Empat oknum prajurit TNI—terdiri dari tiga perwira dan satu bintara—telah diamankan oleh Polri bekerja sama dengan Puspom TNI.

Menanggapi keterlibatan aparat, Prabowo memberikan jaminan penuh bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan tanpa pandang bulu.

Baca Juga  Lompatan Raksasa Kedaulatan Energi: Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Biodiesel B50, Jamin RI Bebas Impor Solar

“Tidak akan ada impunitas! Saya menjamin itu. Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab,” ujar Presiden dengan mantap.

Membela Rakyat, Menjaga Demokrasi

Prabowo mengingatkan kembali mandat yang ia terima dari rakyat untuk menciptakan rasa aman. Baginya, keselamatan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang kritis, adalah prioritas utama. Komitmen ini kini tengah diuji melalui pengungkapan tuntas kasus Andrie Yunus yang tengah ditangani oleh tim gabungan.

Publik kini menanti, sejauh mana instruksi presiden ini akan diterjemahkan menjadi tindakan nyata oleh aparat untuk membongkar jejaring aktor intelektual di balik “teror air keras” ini.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *