JAKARTA – Ibu Kota bersiap menyambut kemenangan. Sebanyak 1.596 personel kepolisian dikerahkan habis-habisan untuk mengamankan malam takbiran di kawasan Monas dan sekitarnya, Jumat (20/3/2026). Langkah ini diambil guna memastikan perayaan menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan kondusif tanpa gangguan Kamtibmas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa ribuan personel tersebut disebar ke berbagai titik strategis. Fokus utama pengamanan mencakup pawai obor hingga iring-iringan kendaraan hias yang diprediksi akan memadati jantung kota.

Penebalan Pasukan di Titik Rawan

Tidak hanya dari Polres, kekuatan pengamanan juga diperkuat oleh jajaran Polsek di seluruh wilayah Jakarta Pusat. “Personel langsung bergerak menempati ploting masing-masing. Kami ingin memastikan masyarakat bisa merayakan malam kemenangan dengan aman dan nyaman,” ujar Reynold.

Penebalan pasukan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gesekan antar-kelompok warga serta kemacetan horor yang kerap terjadi saat malam takbiran.

Angka Kriminalitas Turun, Laka Lantas Naik

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, memaparkan data menarik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026. Dalam tujuh hari terakhir, angka kriminalitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya berhasil ditekan hingga 38 persen dibanding tahun lalu.

Namun, ada catatan merah pada sektor keselamatan jalan raya. Angka kecelakaan lalu lintas justru tercatat naik sebesar 12 persen. Oleh karena itu, polisi mengeluarkan larangan tegas terkait konvoi besar-besaran di jalan protokol.

Himbauan: Takbiran di Masjid Saja!

Pihak kepolisian mengimbau warga agar tidak melakukan konvoi kendaraan yang berisiko memicu kecelakaan dan gangguan ketertiban. Warga disarankan untuk menghidupkan malam takbiran di masjid atau lingkungan masing-masing.

“Kami telah mengimbau masyarakat untuk tidak konvoi dan lebih mengutamakan kegiatan di lingkungan masing-masing demi keselamatan bersama,” tegas Komarudin.

Saat ini, pengamanan telah memasuki tahap ketiga, yakni fokus pada aktivitas masyarakat di dalam kota selama hari H Lebaran.