
BREBES — Seorang pria berusia 28 tahun berinisial Rahmat Nurhaedi, warga Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, ditemukan meninggal dunia di area pekarangan warga di belakang MTsN 4 Brebes pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026. Penemuan ini mengarah pada dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri, meski pihak kepolisian masih terus mendalami penyelidikan guna memastikan penyebab serta kronologi kematian secara pasti.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh seorang perangkat Desa Bangbayang yang sedang melintas di sekitar lokasi. Ketika melintas, saksi melihat seorang pria dalam kondisi tidak bergerak di dekat sebuah pohon di area pekarangan tersebut.
Saksi kemudian meminta bantuan kepada perangkat desa lainnya untuk memastikan kondisi korban lebih lanjut. Setelah dipastikan bahwa korban telah meninggal dunia, peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada pihak pemerintah desa dan Polsek Bantarkawung.
Pemeriksaan Petugas dan Penemuan Barang Bukti
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Bantarkawung bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Bantarkawung langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah tanda yang konsisten dengan dugaan kematian akibat kekurangan oksigen. Selain itu, polisi juga mengamankan seutas tali nilon serta sejumlah barang milik korban di lokasi kejadian.
Meskipun demikian, kepolisian menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal tersebut belum cukup untuk menyimpulkan penyebab kematian secara definitif dan memerlukan penyelidikan lebih mendalam.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui meninggalkan rumah pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dengan alasan hendak membeli makanan. Namun, korban tidak kunjung kembali ke rumah, dan keluarga sempat mengira korban masih berada di tempat kerjanya. Keberadaan korban baru terungkap pada Kamis pagi setelah ditemukan di pekarangan belakang MTsN 4 Brebes.
Keluarga Tolak Autopsi
Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan di lokasi, petugas kepolisian berkoordinasi langsung dengan pihak keluarga korban. Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, serta menolak untuk dilakukan autopsi pada jenazah korban.
Kepala Desa Jipang, Dahro, membenarkan bahwa korban merupakan salah satu warganya yang berasal dari Dukuh Cikokol. Menurutnya, karena pihak keluarga menolak autopsi, penyebab pasti kematian korban secara medis tidak dapat dipastikan.














Komentar