LANGOWAN – Jagat maya dihebohkan oleh beredarnya rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik mencekam saat bencana alam angin puting beliung menerjang sebuah acara pesta pernikahan. Insiden tersebut melanda pemukiman warga di Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Sabtu (13/6/2026) siang sekitar pukul 12.00 WITA.

Dalam potongan video viral yang beredar luas di berbagai platform media sosial, pusaran angin kencang tampak datang secara tiba-tiba dari arah perbukitan dan langsung menghantam pusat lokasi pesta. Dekorasi megah serta kain-kain tenda pernikahan yang semula berdiri kokoh seketika terangkat, robek, dan porak-poranda dalam hitungan detik akibat kedahsyatan daya putar angin.

Situasi di lokasi berubah menjadi sangat mencekam ketika ratusan tamu undangan yang hadir panik berhamburan. Suara jerit histeris terdengar bersahutan di tengah gemuruh angin saat warga berusaha menyelamatkan diri menuju bangunan beton yang lebih aman.

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga berita ini diturunkan, otoritas pemerintah desa maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum merilis laporan resmi mengenai adanya korban jiwa atau luka berat akibat peristiwa runtuhnya material tenda tersebut. Kendati demikian, kerugian materiel yang diderita oleh pihak keluarga pengantin maupun penyedia jasa dekorasi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Tetap waspada untuk semua yang berada di luar rumah. Cuaca saat ini sedang tidak baik-baik saja,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar unggahan pantauan situasi di Sulawesi Utara.

BMKG Imbau Evaluasi Acara Luar Ruangan

Merespons fenomena cuaca buruk yang terjadi di wilayah Langowan, masyarakat Sulawesi Utara diimbau untuk melipatgandakan kewaspadaan dini, terutama saat beraktivitas di ruang terbuka. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan bahwa kondisi atmosfer di sebagian wilayah Sulawesi Utara sedang dalam status tidak menentu dan sangat berpotensi memicu terjadinya cuaca ekstrem.

Bagi warga yang berencana menggelar hajatan atau acara berbasis luar ruangan (outdoor) dalam beberapa pekan ke depan, sangat disarankan untuk secara berkala memantau perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG. Langkah mitigasi mandiri ini dinilai krusial guna mengantisipasi terulangnya insiden serupa demi keselamatan bersama.