BOGOR – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak Sabtu (04/04/2026) sore mengakibatkan Sungai Cimanceri meluap hebat. Akibatnya, ratusan rumah warga di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.

Luapan air mulai memasuki pemukiman warga menjelang malam hari, memicu kepanikan di beberapa titik rawan. Berdasarkan pantauan di lapangan, wilayah yang terdampak paling parah berada di pemukiman yang berdekatan langsung dengan bantaran sungai.

Ketinggian Air Mencapai 1 Meter

Beberapa titik pemukiman melaporkan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga lebih dari 1 meter di area yang lebih rendah. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total. Banyak kendaraan milik warga tidak sempat dievakuasi dan ikut terendam air yang datang dengan cepat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama relawan segera terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan orang sakit.

“Air naik sangat cepat setelah magrib. Kami hanya sempat menyelamatkan dokumen penting dan langsung keluar rumah karena air sudah masuk ke ruang tamu,” ungkap salah seorang warga Parung Panjang.

Posko Pengungsian dan Bantuan Darurat

Pemerintah desa setempat bersama BPBD telah mendirikan posko pengungsian sementara di gedung-gedung sekolah dan masjid yang lokasinya lebih tinggi. Tim medis juga telah disiagakan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat lingkungan yang basah dan kotor.

Hingga saat ini, kebutuhan mendesak bagi para pengungsi meliputi:

  • Bahan makanan siap saji dan air bersih.

  • Selimut serta pakaian layak pakai.

  • Perlengkapan bayi dan obat-obatan dasar.

Imbauan Waspada Banjir Kiriman

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir kiriman, mengingat cuaca di wilayah hulu sungai masih terpantau mendung tebal. Warga yang masih bertahan di lantai dua rumah diminta untuk segera melapor ke petugas jika debit air terus meningkat.

Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memantau pintu air di sepanjang aliran Sungai Cimanceri guna memberikan peringatan dini kepada warga di wilayah hilir yang mungkin terdampak.