
DEMAK – Eskalasi banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kian mengkhawatirkan setelah cakupan wilayah yang terendam terus meluas hingga Sabtu (04/04/2026). Menanggapi kondisi darurat tersebut, Gubernur Jawa Tengah menginstruksikan langkah penanganan total lintas sektoral guna meminimalisir dampak sosial dan ekonomi bagi ribuan warga terdampak.
Meluapnya debit air yang dipicu oleh intensitas hujan ekstrem di wilayah hulu menyebabkan sejumlah tanggul sungai kritis tak mampu lagi menahan beban, hingga akhirnya jebol di beberapa titik strategis.
Fokus Utama: Penutupan Tanggul dan Pengeringan
Dalam tinjauan langsung ke lokasi terdampak, Gubernur menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah percepatan penutupan tanggul yang jebol menggunakan alat berat dan material sandbag dalam jumlah besar.
“Saya minta penanganan total. Tidak boleh ada ego sektoral. BBWS, Dinas PU, dan BPBD harus bersinergi untuk menutup titik-titik kebocoran tanggul secepat mungkin agar genangan di pemukiman segera surut,” tegas Gubernur saat memberikan instruksi di lapangan.
Selain perbaikan tanggul, optimalisasi pompa air statis maupun portabel juga terus dilakukan untuk membuang genangan air dari pemukiman warga kembali ke aliran sungai utama.

Kondisi Pengungsi dan Logistik
Banjir yang meluas ini memaksa ribuan jiwa meninggalkan rumah mereka dan menempati posko-posko pengungsian darurat. Fokus penanganan juga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian, mulai dari makanan siap saji, air bersih, hingga layanan kesehatan bagi balita dan lansia.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Demak telah menyiagakan dapur umum di titik-titik strategis untuk memastikan distribusi logistik tidak terhambat oleh akses jalan yang masih terputus.
Mitigasi Jangka Panjang
Gubernur juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan kekuatan tanggul di sepanjang aliran sungai di wilayah pantura. Penanganan banjir Demak kali ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir secara permanen agar tragedi serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas evakuasi, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. (kdj)








Tinggalkan Balasan