AMBON – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperketat pengawasan di dalam lingkungan hunian. Melalui razia penggeledahan yang digelar pada Senin (13/4/2026), petugas memastikan fasilitas tersebut tetap bersih dari peredaran narkoba maupun alat komunikasi ilegal (HP).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefri R. Persulessy, menyatakan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokus utamanya adalah memberantas narkoba dan mencegah praktik penipuan yang dikendalikan dari balik jeruji.

“Razia ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan tidak ada celah bagi peredaran narkoba maupun penggunaan HP ilegal. Hasilnya, kami nyatakan nihil narkoba dan HP. Ini membuktikan pengawasan berjalan optimal,” ujar Jefri kepada awak media.

Penyisiran Blok Edelweis

Operasi penggeledahan ini difokuskan pada seluruh kamar di Blok Hunian Edelweis. Personel dari Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) bersama regu pengamanan melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari penggeledahan badan warga binaan hingga penyisiran mendetail ke setiap sudut kamar.

Meski tidak ditemukan narkoba dan ponsel, petugas tetap mengamankan sejumlah barang terlarang lainnya yang berpotensi memicu gangguan keamanan. Barang-barang tersebut meliputi:

  • Paku, sendok besi, dan besi siku.

  • Gunting kuku, pisau gergaji, dan alat cukur.

  • Piring/mangkuk berbahan keras serta botol parfum kaca.

Seluruh temuan tersebut langsung disita untuk didata dan akan dimusnahkan sesuai dengan prosedur tetap (Protap) yang berlaku.

Komitmen Deteksi Dini

Selain melakukan penggeledahan, petugas juga memberikan edukasi dan pengarahan kepada para warga binaan agar senantiasa menjaga kebersihan serta menaati aturan ketertiban di lingkungan rutan.

Jefri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah dan akan terus melaksanakan razia secara berkala maupun insidentil. Komitmen ini diambil guna menciptakan suasana rutan yang aman, tertib, dan bersih dari segala bentuk barang terlarang demi mendukung proses pembinaan yang maksimal.