JAKARTA – Sebuah unggahan video di platform Instagram dan Threads mendadak viral setelah memperlihatkan pemandangan unik sekaligus ironis di tengah kemacetan jalan raya. Dalam video tersebut, seorang petugas kepolisian dan pengatur lalu lintas liar atau yang akrab disapa “Pak Ogah” berdiri berdampingan mengatur arus kendaraan yang padat merayap di titik yang sama.

Keduanya terlihat kompak melakukan gerakan tangan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Namun, bukannya memberikan apresiasi, pemandangan ini justru memancing reaksi skeptis dan sorotan tajam dari warga net terkait efektivitas pelayanan publik di lapangan.

Kritik Tajam dan Nada Satir Netizen

Komentar yang muncul di kolom unggahan didominasi oleh nada satir yang mempertanyakan kehadiran aparat secara resmi berdampingan dengan warga sipil yang meminta imbalan. Narasi dalam video tersebut bahkan menggambarkan keresahan publik dengan kalimat, “Ketika yang resmi dan yang liar berdiri berdampingan, warga mulai bertanya siapa yang benar-benar berfungsi?”.

Sebagian netizen menilai kehadiran Pak Ogah seringkali dianggap lebih “gesit” karena didorong motivasi mendapatkan imbalan recehan dari pengendara. Di sisi lain, keberadaan polisi secara resmi yang seharusnya menjamin keteraturan hukum justru terlihat memiliki ritme kerja yang berbeda, sehingga memicu perdebatan mengenai siapa yang lebih efektif di lapangan.

Dilema Pelayanan Publik di Jalan Raya

Fenomena Pak Ogah masih menjadi dilema berkepanjangan di Indonesia:

  • Sisi Positif: Dianggap membantu mengurai kemacetan di titik-titik yang tidak terjaga oleh petugas resmi.

  • Sisi Negatif: Keberadaannya dianggap ilegal dan sering dituding menambah kemacetan jika hanya memprioritaskan kendaraan yang memberi uang.

Kejadian di mana polisi dan Pak Ogah berada di satu titik yang sama dinilai sebagai tamparan keras bagi manajemen lalu lintas wilayah setempat. Publik berharap otoritas terkait dapat bekerja lebih proaktif sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengandalkan jasa di luar jalur resmi untuk menjamin kelancaran berkendara di jalan raya. (RED/VIRAL)