oleh

Dampak Perang Iran-AS: Harga Kedelai Meroket, Perajin Tahu di Tegal Terancam Gulung Tikar

banner 468x60

TEGAL – Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kian memanas mulai memukul sektor ekonomi mikro di tanah air. Di Tegal, Jawa Tengah, para perajin tahu dan tempe kini berada di ambang keterpurukan akibat lonjakan harga kedelai impor asal Amerika Serikat yang menjadi bahan baku utama produksi mereka.

Hingga Kamis (02/04/2026), eskalasi ketegangan di Timur Tengah telah mengganggu rantai pasok global, yang berdampak langsung pada kenaikan biaya operasional industri rumah tangga di daerah.

banner 336x280

Harga Kedelai Melonjak Tajam

Budiyanto, salah satu perajin tahu di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai impor terjadi sangat signifikan dalam waktu singkat.

Baca Juga  Jawa Tengah Sabet Penghargaan PDB Awards 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Sukses Kembangkan 88 Desa Mandiri Sampah

“Harga kedelai impor asal Amerika kini dijual Rp 10.100 per kilogram, melonjak dari harga sebelumnya yang hanya Rp 8.600 per kilogram. Kami khawatir harga akan terus merangkak naik selama perang belum usai,” keluh Budiyanto.

Siasat Bertahan: Perkecil Ukuran

Kondisi ini memaksa para perajin memutar otak agar usaha mereka tidak mati total. Berbeda dengan tempe yang bahan bakunya masih bisa dicampur, produksi tahu sangat bergantung pada sari pati kedelai murni, sehingga kenaikan harga bahan baku tidak bisa dihindari dengan substitusi bahan lain.

Satu-satunya langkah yang diambil para perajin saat ini adalah dengan mengurangi ukuran atau dimensi tahu yang dijual ke masyarakat. Strategi ini dipilih untuk menekan biaya produksi tanpa harus menaikkan harga jual secara ekstrem yang berisiko membuat konsumen lari.

Baca Juga  Proyek Jembatan Penghubung Tegal-Brebes Mangkrak: Pembangunan Disetop, Rakyat Sirampog Gigit Jari!

Ancaman Keberlangsungan Usaha

Industri tahu di Tegal, yang telah menjadi sandaran hidup banyak keluarga selama bertahun-tahun, kini menghadapi ancaman nyata. Jika harga kedelai terus membumbung tinggi, banyak pabrik tahu skala kecil diprediksi tidak akan mampu bertahan dan terpaksa gulung tikar.

Para perajin sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menjaga stabilitas harga kedelai di tingkat lokal atau menyediakan subsidi bagi pelaku UMKM. Mereka juga menaruh harapan besar agar konflik global tersebut segera mereda sehingga iklim usaha kembali kondusif.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *