oleh

Protes Pengerukan Nikel PT WIN di Konawe Selatan, Warga Torobulu Diduga Diintimidasi Hingga Rumah Disegel

banner 468x60

KONAWE SELATAN – Malang nian nasib Made (66). Bersama istri dan tiga orang anaknya, warga Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, ini harus menanggung beban dan tekanan berlipat lantaran memprotes aktivitas pengerukan ore nikel oleh PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang beroperasi nyaris berdempetan dengan tempat tinggalnya.

Aktivitas ekstraksi nikel yang berjarak hanya beberapa jengkal dari pekarangan rumah tersebut memicu ketakutan luar biasa akan potensi bencana longsor. Ditambah lagi, vibrasi dan getaran tanah akibat lalu lalang dump truck serta alat berat bertonase besar sepanjang hari telah menyebabkan hampir seluruh dinding rumahnya mengalami retak-retak hebat.

banner 336x280

Rumah Disegel Sepihak hingga Intimidasi Oknum Aparat

Alih-alih mendapatkan pertanggungjawaban atas kerusakan bangunan dan hilangnya lahan mata pencaharian, Made justru dihadapkan pada aksi pengusiran halus. Pada Selasa malam, dinding tembok rumahnya mendadak ditulisi tulisan penyegelan sepihak bernada ancaman pembongkaran.

Baca Juga  Saluran Irigasi Ditutup Oleh Oknum Demi Kepentingan Pribadi, Sejumlah Petani Di Cikakak-Brebes Dan Sekitarnya Terancam Gagal Panen.

Keesokan harinya, tekanan kian bertubi-tubi. Sejumlah oknum aparat kepolisian berpakaian preman mendatangi kediamannya guna membujuk Made agar bersedia direlokasi. Langkah tersebut dinilai oleh warga sekitar sebagai bentuk intimidasi terselubung demi memuluskan operasional perusahaan.

“Di sana itu kan tinggal tempatnya Pak Made yang belum ditambang. Keterlibatan aparat dalam persoalan ini bukan ranahnya polisi dan itu semacam intimidasi. Masyarakat yang tidak paham tentu merasa takut jangan sampai ditangkap,” tegas Andi Firmansyah, warga Torobulu yang juga pernah mengalami kriminalisasi akibat menghentikan alat berat tambang.

+------------------------------------------------------------------------+
|                Dampak Aktivitas Tambang di Rumah Made                  |
+------------------------------------------------------------------------+
| 1. Kerusakan Fisik : Retakan horizontal & vertikal di dinding rumah.   |
| 2. Kerugian Ekonomi: Puluhan pohon pisang & kandang ayam roboh.       |
| 3. Ancaman Bencana: Rekahan tanah galian mengarah ke pekarangan.       |
| 4. Tekanan Mental  : Intimidasi kunjungan pihak perusahaan & oknum.    |
+------------------------------------------------------------------------+

Terdesak di Tanah Sendiri: “Mau Ke Mana Lagi, Cuma Ini Rumah Kami”

Nurmiati, istri Made, menuturkan trauma mendalam yang harus ia tanggung setiap hari. Selain harus menanggung debu dan kebisingan mesin tambang, ia senantiasa dibayangi kecemasan jika salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus terperosok ke dalam lubang jurang bekas galian tambang.

Upaya Made untuk mendatangi kantor PT WIN sebanyak empat kali guna meminta pertanggungjawaban pun hanya berbuah janji manis tanpa ada realisasi pembenahan di lapangan.

“Takut sekali. Kalau hujan lebat, tanah goyang-goyang dan terkikis. Mau ke mana lagi? Hanya ini rumah kami, tidak ada tempat lain,” ungkap Nurmiati lirih.

Hingga saat ini, Made dan keluarganya memilih bertahan di tengah kepungan galian tambang nikel, sembari terus berharap ada perhatian serius dan perlindungan hukum dari pemerintah pusat maupun daerah atas hak atas ruang hidup mereka yang kian tergerus.

//sumber: mongabay

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *