JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Rabu (2/4) pagi. Guncangan kuat tersebut memicu gelombang tsunami dan menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB di perairan Laut Maluku, tepatnya di koordinat 1,21 LU dan 126,25 BT, dengan kedalaman 18 kilometer.

Pelaksana Tugas Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyebut gempa ini menimbulkan guncangan yang terasa luas hingga berbagai wilayah di Indonesia timur.

“Guncangan gempa dirasakan hingga Ternate, Manado, Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara dengan skala intensitas yang bervariasi,” ujar Lana dalam keterangannya di Bandung.

Gempa Susulan Terus Terjadi

Lana menjelaskan gempa utama diikuti sejumlah gempa susulan. Ia mencatat gempa susulan pertama terjadi pada pukul 06.07 WIB dengan magnitudo 5,5 di kedalaman 10 kilometer.

Beberapa menit kemudian, gempa susulan kembali terjadi pada pukul 06.12 WIB dengan magnitudo 5,2 di kedalaman 27 kilometer.

Ia menegaskan aktivitas gempa susulan masih berpotensi terus terjadi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Tsunami Terjadi di Sejumlah Wilayah

Gempa kuat tersebut juga memicu gelombang tsunami di beberapa wilayah pesisir. Lana menyebut tsunami tercatat di Bitung setinggi 20 cm, Gita 24 cm, Minahasa Utara 75 cm, Belang 68 cm, Bumbulan 13 cm, Halmahera Barat 30 cm, dan Sidangoli 35 cm.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait langsung melakukan penanganan darurat dan pemantauan di wilayah terdampak.

Kerusakan dan Korban Dilaporkan

Lana mengungkapkan gempa ini menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah lokasi. Selain itu, laporan awal juga mencatat adanya korban meninggal dunia dan korban luka.

Tim gabungan saat ini terus melakukan pendataan serta penanganan di lapangan untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta mengikuti arahan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta terus memantau informasi resmi.

Masyarakat juga diminta menjauhi area pantai untuk sementara waktu dan mewaspadai potensi gempa susulan hingga kondisi dinyatakan aman.