
BREBES – Kondisi infrastruktur di wilayah Brebes Selatan kini tengah menjadi sorotan tajam. Jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Salem dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat badan jalan yang ambles. Kejadian ini memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat karena jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi logistik dan ekonomi warga.
Amblesnya jalan ini diduga kuat akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan di Brebes beberapa hari terakhir, yang mengakibatkan tanah di bawah badan jalan mengalami pergerakan atau labil.
Akses Utama Distribusi Warga Terancam Lumpuh
Jalur Bumiayu-Salem bukan sekadar jalan penghubung biasa, melainkan akses utama bagi pengiriman pasokan pangan, hasil pertanian, hingga akses layanan kesehatan bagi ribuan warga di pelosok Brebes Selatan. Dengan kondisi jalan yang ambles hampir separuh badan jalan, kendaraan besar seperti truk pengangkut sembako kini harus ekstra waspada, bahkan sebagian dilarang melintas.
Warga setempat melaporkan bahwa jika penanganan tidak segera dilakukan secara permanen, ada risiko jalur ini akan terputus total (longsor), yang dapat menyebabkan isolasi ekonomi di beberapa desa di Kecamatan Salem.
Dampak Ekonomi bagi Petani dan Pedagang
Para petani di wilayah Salem yang sangat bergantung pada jalur ini untuk mengirim hasil bumi ke pasar Bumiayu mulai merasakan dampaknya. Biaya transportasi berpotensi membengkak karena kendaraan harus memutar lebih jauh atau menanggung risiko kerusakan armada saat memaksakan melintas di area yang ambles.
“Kalau jalannya putus, kami bingung mau jual hasil tani ke mana lagi. Ini satu-satunya jalan tercepat kalau mau ke kota (Bumiayu),” keluh salah seorang warga yang melintas di lokasi.
Desakan Penanganan Cepat kepada Pemkab Brebes
Pemerintah Kabupaten Brebes, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), kini didesak untuk segera melakukan langkah darurat. Masyarakat berharap tidak hanya sekadar penambalan atau pemasangan garis polisi, tetapi diperlukan penguatan struktur tanah atau pembangunan talud permanen di titik-titik rawan pergerakan tanah.
Saat ini, pihak berwenang bersama warga telah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi ambles guna meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas, terutama saat malam hari ketika penerangan jalan masih sangat minim.
Laporan: Armin


















Komentar