
SIGI — Seorang petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, ditemukan meninggal dunia setelah diserang ular piton sepanjang sekitar lima meter. Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, saat korban beristirahat untuk makan siang di kebunnya.
Korban berinisial MS (34) sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi berkebun pada pagi hari. Namun hingga malam, ia tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian mengajak warga melakukan pencarian ke lokasi kebun.
Sekitar pukul 21.00 WITA, warga menemukan korban dalam kondisi terlilit ular piton besar. Bahkan, sebagian tubuh korban telah masuk ke dalam mulut ular tersebut. Ayah korban bersama warga lainnya segera menebas ular piton itu untuk menyelamatkan tubuh korban.
Setelah ular berhasil dilumpuhkan, tubuh korban dikeluarkan dan dievakuasi ke rumah duka. Jenazah MS kemudian dimakamkan keesokan harinya oleh pihak keluarga dan warga setempat.
Kepala desa setempat membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa area kebun korban memang berada di kawasan perbukitan yang masih sering dilalui satwa liar, termasuk ular berukuran besar. Warga pun diimbau untuk lebih waspada saat beraktivitas di kebun, terutama ketika beristirahat atau bekerja seorang diri.

Diketahui, korban meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung sekitar dua bulan. Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pedesaan yang berbatasan langsung dengan habitat alami hewan.
Pemerintah desa mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkebun, membawa alat pengaman, serta memastikan kondisi sekitar aman sebelum beristirahat guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.









Tinggalkan Balasan