
LEBAK – Kisah pilu Kakek Madhalim yang viral karena kelaparan saat berjualan kangkung akhirnya berujung bahagia. Pria sepuh asal Lebak, Banten itu kini menempati rumah baru yang layak huni.
Rumah tersebut dibangun oleh Yayasan Respek Peduli Lebak bersama UPZ Baznas Banten dalam waktu super cepat: hanya dua pekan.
“Alhamdulillah serah terima kunci rumah Kakek Madhalim sudah selesai kami laksanakan. Acaranya cukup sederhana dengan bahan dan kondisi seadanya, tapi tidak menghilangkan makna dan tujuan utamanya,” kata Ketua Yayasan Respek Peduli Lebak Delima Humairo kepada BantenNews, Senin 24/8/2026.
Dibangun 2 Minggu, Kolaborasi Relawan dan Warga
Pembangunan rumah dimulai 6 Agustus dan tuntas 22 Agustus 2026. Kecepatan itu buah dari kolaborasi relawan, pemerintah, dan masyarakat sekitar.
“Untuk proses pekerjaan kurang lebih selama dua minggu, terhitung mulai tanggal 6 sampai 22 Agustus 2026. Kemarin langsung kami serahkan,” ujar Delima.
Tak hanya rumah, keluarga Madhalim juga mendapat bantuan usaha berupa warung yang akan dikelola anaknya. Bantuan ini diharapkan menjadi penopang ekonomi agar kejadian kelaparan saat berjualan tak terulang.
Berbagi Bahagia dengan 20 Lansia
Momen serah terima kunci dibuat berkesan. Yayasan mengundang 20 lansia yang tinggal di sekitar rumah baru Madhalim untuk merayakan bersama.
“Kami mengundang 20 lansia di sekitar rumah baru Kakek untuk berbagi kebahagiaan. Kebahagiaan ini tidak hanya dirasakan Abah, tapi juga orang-orang lain di sekitarnya,” kata Delima.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
“Tunai sudah tugas kami mengantarkan Kakek Madhalim hingga memiliki rumah layak huni,” tandasnya.
Dari Viral ke Harapan Baru
Kasus Kakek Madhalim sempat menyita perhatian publik karena potret kemiskinan ekstrem lansia di Banten. Viral di media sosial, kondisinya memicu empati luas. Kini, rumah baru itu menjadi simbol bahwa solidaritas masih bekerja.
Namun pekerjaan belum selesai. Masih banyak Madhalim-Madhalim lain di pelosok Lebak yang butuh perhatian. Kolaborasi Baznas dan yayasan lokal ini bisa jadi model penanganan cepat kemiskinan lansia.
















Komentar