oleh

Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan Ratusan Hektare Lahan, Seluruh Pendaki Dievakuasi

banner 468x60

Bencana alam kembali menyelimuti kawasan pegunungan Jawa Timur. Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, tepatnya di area Gunung Arjuno-Welirang, dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup masif. Insiden ini menyebabkan ratusan hektare kawasan hijau dilalap si jago merah, memaksa pihak berwenang mengambil tindakan cepat.

Pemetaan Udara dan Rencana Pemulihan Ekosistem

Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Minggu (23/8/2026), luas area yang terdampak kebakaran mencapai angka yang signifikan. Sekretaris Satgas Pengendali Provinsi Penanganan Karhutla Jawa Timur, Jumadi, mengonfirmasi bahwa total lahan yang terbakar tercatat seluas 146,85 hektare. Angka ini merupakan hasil pemetaan periode kejadian antara 18 hingga 21 Agustus 2026.

banner 336x280

Proses identifikasi area terdampak tidak dilakukan sembarangan. Tim gabungan memanfaatkan teknologi modern untuk memetakan lokasi secara presisi.

“Kami menyusun pemetaan ini dengan menggabungkan citra satelit Sentinel-2 L2A tertanggal 20 Agustus 2026 serta pantauan langsung dari udara menggunakan drone oleh regu pemadam di lapangan,” jelas Jumadi.

Meski delineasi spasial telah berhasil dipetakan di angka 146,85 hektare, Jumadi menegaskan bahwa proses tersebut belum selesai. Pihaknya akan terus melakukan telaah dan verifikasi faktual di lapangan. Inventarisasi mendalam sangat dibutuhkan guna mengevaluasi seberapa parah kerusakan yang terjadi, jenis vegetasi apa saja yang hangus, serta menyusun skema pemulihan ekosistem pegunungan yang paling tepat sasaran.

Evakuasi Cepat dan Kebijakan Reschedule Pendakian

Di sisi lain, kebakaran ini berdampak langsung pada aktivitas pariwisata dan pendakian di kawasan tersebut. Mengutamakan keselamatan nyawa di atas segalanya, Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menyatakan bahwa petugas gabungan langsung diinstruksikan untuk bergerak mengevakuasi para pendaki yang sudah terlanjur naik sejak sehari sebelum titik api membesar.

Langkah tegas juga diberlakukan bagi calon pendaki yang baru tiba di basecamp. Mereka dilarang keras untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak demi menghindari risiko fatal.

banner 336x280
Baca Juga  Rapat di Aston Serang Memanas! Oknum Pegawai BGN Pusat Amuk Peserta: "G*blok Semua Kalian!"

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *