JEMBER – Gelombang kritik publik terhadap Achmad Syahri As Siddiqi, anggota DPRD Jember periode 2024–2029, kian meluas. Setelah sebelumnya viral karena kedapatan bermain game dan merokok di tengah Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi bersama Dinas Kesehatan, kini sorotan netizen mulai menyasar latar belakang keluarga sang legislator muda tersebut.

Insiden yang terjadi pada Senin (11/5/2026) tersebut dinilai sangat ironis karena forum tersebut tengah membahas isu krusial mengenai penanganan stunting di Kabupaten Jember.

Kritik Mengenai Etika dan Nepotisme

Seiring dengan tersebarnya video tersebut di media sosial, muncul berbagai narasi yang mempertanyakan kualitas etika anggota dewan yang akrab disapa Ra Syahri ini. Beberapa poin yang menjadi bahan perbincangan publik meliputi:

  • Privilese Keluarga: Ra Syahri diketahui merupakan putra dari tokoh agama dan mantan anggota DPR RI, Achmad Fadil Muzakki Syah.

  • Sentimen Pemilih: Muncul tudingan dari warganet bahwa keterpilihannya lebih didorong oleh statusnya sebagai putra kiai dan latar belakang kalangan pesantren daripada kompetensi personal.

  • Narasi “Attitude”: Dalam sebuah unggahan video yang dikutip pada Kamis (14/5/2026), tertulis keterangan yang mengkritik perilaku sang dewan dengan menyebutkan, “Menang Karena Jadi Putra Kiai Jember, Usai Jadi Tak Punya Attitude”.

Rekam Jejak Sang Ayah Turut Disorot

Kritik terhadap Ra Syahri juga merembet pada rekam jejak sang ayah, Achmad Fadil Muzakki Syah. Publik kembali mengungkit insiden saat pelantikan anggota DPR RI periode 2019 lalu, di mana sang ayah terekam kamera sedang tertidur pulas dalam prosesi resmi tersebut. Perilaku tersebut kini dikaitkan oleh netizen sebagai masalah etika yang dianggap menurun di lingkungan keluarga politisi tersebut.

Komitmen yang Terabaikan

Sikap tidak profesional Ra Syahri di ruang rapat sangat disayangkan karena ia merupakan salah satu legislator termuda yang baru berusia 25 tahun saat dilantik. Tindakannya bermain ponsel dan merokok dianggap tidak menghormati forum yang dihadiri oleh BPJS serta seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jember, yang sedang berupaya mencari solusi nyata bagi kesehatan masyarakat. (RED/JMB)