oleh

Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Tegaskan Pentingnya Sinergi Ulama dan Negara

banner 468x60

MALANG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri perhelatan akbar Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Kehadiran Kepala Negara menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah (umara) dan ulama dalam menjaga stabilitas serta kemajuan bangsa.

Tiba di lokasi sekitar pukul 06.50 WIB, Presiden Prabowo langsung disambut riuh ratusan ribu jemaah nahdliyin yang telah memadati stadion sejak malam sebelumnya. Dengan pengawalan ketat namun tetap hangat, Presiden menyempatkan diri menyapa para jemaah yang datang dari berbagai pelosok daerah di Jawa Timur.

banner 336x280

Kesejukan di Tengah Warga NU

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa hadir di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia mengaku selalu mendapatkan energi positif setiap kali berinteraksi dengan warga NU.

Baca Juga  Kecewa Mekanisme Internal, Kader Senior PDIP Brebes Resmi Mengundurkan Diri

“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia, saya selalu semangat. Karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara-saudara sekalian. Ada semangat persatuan, semangat guyub, dan keinginan kuat untuk menegakkan kedamaian,” ujar Presiden di hadapan ribuan massa.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa harapan akan bangsa yang adil dan makmur sangat terasa dalam momentum historis ini. Menurutnya, NU memiliki peran krusial sebagai pilar penjaga persatuan bangsa di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Sinergi Substantif Ulama dan Umara

Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa kehadiran Presiden Prabowo bukan sekadar formalitas keprotokolan.

“Ini adalah kehadiran substantif yang menunjukkan hubungan erat antara NU dan negara. Menyatunya ulama dan umara merupakan modal penting bagi bangsa ini untuk menuju kejayaan di masa depan,” tegas Gus Kikin.

Baca Juga  Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar, Pangan dan Energi Aman

Acara Mujahadah Kubro ini juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Harapan besar dipanjatkan agar Indonesia tetap berdaulat, adil, dan makmur dalam memasuki abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama.

Momentum Refleksi Satu Abad

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi puncak refleksi atas peran historis NU selama seratus tahun terakhir dalam mengawal NKRI. Kehadiran tokoh-tokoh penting negara di Malang hari ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci utama dalam membangun fondasi Indonesia Emas.

Hingga berita ini diturunkan, jemaah masih memadati area sekitar Stadion Gajayana untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sembari menjaga ketertiban di bawah pengawasan aparat gabungan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *