oleh

Sumur Mengering dan Air Tanah Asin, Warga Kasemen Kota Serang Disergap Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

banner 468x60

SERANG – Dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh masyarakat Kota Serang. Warga Kampung Babadan, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, kini harus berjuang keras memenuhi kebutuhan air bersih harian usai sumur-sumur warga mengering dan kualitas air tanah berubah menjadi asin.

Kondisi kritis ini memaksa ratusan warga menggantungkan pasokan air sehari-hari dari kiriman armada tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang.

banner 336x280

Dua Kelurahan Terinfeksi Kekeringan, BPBD Serang Gandeng Pihak Swasta

Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyampaikan bahwa pada Sabtu (1/8/2026), pihaknya mengerahkan dua armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke titik terdampak di Kampung Babadan.

Berdasarkan pemetaan BPBD, hingga saat ini krisis air mulai meluas di dua kelurahan di Kecamatan Kasemen, yaitu Kelurahan Bendung (5 hingga 6 titik) dan Kelurahan Terumbu.

“Wilayah Kasemen memang menghadapi masalah berulang tiap kemarau. Air tanah di kawasan ini cenderung asin sehingga tak layak konsumsi. Selama ini warga bergantung pada air permukaan dari irigasi, namun saat kemarau debitnya turun drastis,” terang Diat Hermawan.

Guna menjaga kelancaran stok, BPBD menggandeng PT Sahu Bahtera Samudra Sejahtera (SBS) melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), di mana perusahaan menyuplai pasokan air dan BPBD memimpin proses distribusi langsung.

+------------------------------------------------------------------------+
|                     Data Krisis Air Bersih Kasemen                     |
+------------------------------------------------------------------------+
| Wilayah Terdampak : Kelurahan Bendung & Kelurahan Terumbu, Kasemen     |
| Bantuan Terkirim : 2 Tangki (10.000 Liter) per Sabtu (1/8/2026)        |
| Akses Pengaduan  : RT/RW, Lurah, WhatsApp BPBD, Sosmed, Emergency 112  |
| Biaya Layanan    : 100% GRATIS untuk Masyarakat                        |
+------------------------------------------------------------------------+

Warga Tunggu Pasokan Hingga 5 Hari, Desak Solusi Pipa Permanen

Salah seorang warga Kampung Babadan, Mutaesiroh, mengaku lega lantaran bantuan air tangki akhirnya tiba setelah warga menunggu proses pengajuan permohonan sekitar lima hari.

“Sumur saya sudah kering total, kalaupun ada sisa airnya asin. Tidak bisa buat masak atau minum. Bantuan ini sangat membantu kami untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari,” tutur Mutaesiroh.

Meski menyambut baik bantuan darurat dari pemerintah, warga pesisir Kasemen mendesak Pemkot Serang untuk menghadirkan solusi jangka panjang dengan membangun saluran jaringan pipanisasi air bersih permanen (PDAM), agar krisis musiman yang saban tahun berulang tak lagi menghantui pemukiman mereka.

banner 336x280
Baca Juga  SPPG Sindanglaya Disorot: Lahan Parkir Gunakan Halaman Warga, Keamanan Limbah Dipertanyakan

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *