oleh

Haru! Siswa SMP di Sumedang Putus Sekolah Demi Bantu Ayah Jualan, Pemkab Langsung Turun Tangan

banner 468x60

SUMEDANG – Sebuah video mengharukan yang memperlihatkan momen perpisahan seorang siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari, Sumedang, viral di media sosial. Siswa berinisial MIH (14) terpaksa berpamitan dengan teman-teman kelas VIII I bukan karena pindah sekolah, melainkan karena keterbatasan ekonomi yang memaksanya berhenti belajar demi menyambung hidup keluarga.

Kisah MIH yang kini berjualan di sekitar Alun-alun Tanjungsari memicu gelombang simpati dari netizen hingga menarik perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang.

banner 336x280

Viral Berkat Solidaritas Teman Sekelas

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @8imazing. Dalam rekaman itu, tampak suasana haru saat MIH bersalaman dan berpelukan dengan rekan-rekannya. Solidaritas luar biasa ditunjukkan oleh teman-teman sekelasnya yang sengaja memviralkan momen tersebut agar MIH mendapatkan bantuan.

Baca Juga  Kontroversi Panas LCC MPR 2026: Jawaban Josepha Alexandra "Dihapus", Siapa Sosok Juri Dyastasita WB?

“Salah satu teman sekelas kami ada yang putus sekolah demi membantu menghidupi keluarganya dan sekarang sedang berjualan di Alun-alun Tanjungsari depan Damkar,” tulis pengunggah video tersebut.

MIH dikenal sebagai siswa yang rajin di sekolah. Namun, kondisi ekonomi orang tuanya yang sulit membuat MIH harus merelakan bangku sekolah untuk membantu sang ayah berjualan di jalanan.

Respons Cepat Pemkab Sumedang

Tak butuh waktu lama, viralnya video tersebut langsung direspons oleh Pemkab Sumedang. Dinas terkait segera melakukan verifikasi ke lapangan untuk menemui MIH dan keluarganya guna memastikan bantuan yang tepat.

Berdasarkan hasil pengecekan, Pemkab Sumedang memastikan bahwa MIH tidak akan kehilangan masa depannya. Melalui kebijakan dinas pendidikan setempat, dipastikan MIH akan segera kembali ke sekolah untuk melanjutkan pendidikannya.

Baca Juga  SD Taraban 6 Brebes Ambruk Usai Hujan Deras, Siswa Terpaksa Belajar Darurat di Perpustakaan

Pemerintah juga memberikan klarifikasi bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya unsur eksploitasi anak dalam kasus ini. Keputusan MIH untuk berjualan murni merupakan inisiatif pribadinya yang ingin meringankan beban orang tua.

Kembali Ke Sekolah

Kini, MIH dipastikan bisa kembali belajar bersama teman-temannya di kelas VIII I SMPN 1 Tanjungsari. Pemerintah setempat berkomitmen untuk memberikan pendampingan serta bantuan sosial agar kendala ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi MIH untuk meraih cita-citanya.

Kisah ini menjadi pengingat pentingnya kepekaan lingkungan sekolah dan peran aktif pemerintah dalam memastikan program wajib belajar tetap berjalan, terutama bagi warga yang berada dalam kesulitan ekonomi.

 

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *