oleh

Sungai Cisadane Tangerang Menghitam dan Bau, DLH Buru Pabrik Biang Keladi Pencemaran

banner 468x60

TANGERANG – Kondisi memprihatinkan melanda aliran Sungai Cisadane di wilayah Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Air sungai yang biasanya mengalir normal kini berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini memicu kecurigaan warga terkait adanya pembuangan limbah dari kawasan industri sekitar.

Merespons keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang langsung mengambil langkah tegas. Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Tangerang, Dheny Kuntjoro, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan titik pencemaran dengan menggandeng aparat kecamatan hingga tingkat RT dan RW.

banner 336x280

“Kami akan turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan pemetaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan sumber utama pencemarannya, apakah murni dari tumpukan sampah domestik atau ada kontaminasi bahan lain (limbah pabrik),” terang Dheny di Kantor DLH Kota Tangerang, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga  Peredaran Obat Keras Tramadol dan Eximer Marak di Pamulang, Nama Oknum Aparat Ikut Terseret

Lebih lanjut, Dheny menegaskan bahwa timnya akan mengaudit sejumlah perusahaan yang beroperasi di sepanjang bantaran sungai. Apabila hasil verifikasi lapangan (verlap) membuktikan adanya pabrik yang membuang limbah melebihi ambang batas baku mutu, sanksi berat berupa penyegelan telah menanti.

Dampak Ekologis dan Keluhan Warga

Perubahan drastis ekosistem sungai ini disaksikan langsung oleh warga setempat. Feri, seorang penjaga perahu eretan di Selapajang, menuturkan bahwa air mulai menghitam sejak tiga bulan lalu. Musim kemarau yang menurunkan debit air disinyalir membuat kepekatan dan bau sungai menjadi semakin parah.

“Baunya sangat menyengat, apalagi saat airnya hitam begini. Kejadian ini sudah berlangsung sekitar tiga bulanan. Kalau sedang musim hujan atau ada banjir kiriman dari Bogor, biasanya air kembali normal,” jelas Feri.

Pencemaran parah ini juga membawa dampak fatal bagi biota sungai. Feri bersaksi bahwa ribuan ikan sempat terlihat mengambang di permukaan air dalam kondisi mabuk sesaat setelah air berubah warna. Kini, populasi ikan di area tersebut nyaris musnah.

Baca Juga  Kades Kandawati Dicap "Buta dan Tuli", PWGK-KRESEK: Rakyat Swadaya Perbaiki Jalan, Pemdes Malah Angkuh!

Terkait asal mula limbah, kecurigaan warga mengerucut pada deretan fasilitas pengelolaan sampah dan industri yang menjamur di kawasan tersebut. Feri menduga saluran pembuangan dari arah Gang Macan dan kawasan industri di seberang sungai menjadi dalang utamanya.

“Di kawasan Neglasari itu pabriknya sangat banyak, lebih dari 10. Mulai dari pengelolaan sampah komersial kiriman dari hotel hingga pabrik tiner yang lokasinya sangat dekat dengan sungai di sekitar Kampung Kelor. Hampir semuanya membuang sisa buangannya ke arah sini,” bebernya.

Kini, masyarakat Selapajang dan sekitarnya mendesak DLH Kota Tangerang untuk bertindak cepat dan transparan. Tindakan investigasi menyeluruh diharapkan mampu mengungkap sumber pasti pencemaran serta menyelamatkan Sungai Cisadane dari kerusakan yang semakin parah.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *