
TANGERANG – Sikap Kepala Desa Kandawati, Sumarni, kembali menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Kepemimpinannya dinilai minim kontribusi dan cenderung angkuh terhadap aspirasi masyarakat. Hal ini mencuat saat warga Kampung Serdang Karang Jetak terpaksa melakukan swadaya mandiri untuk memperbaiki jalan poros yang amblas di pinggir jembatan, tanpa dukungan nyata dari pemerintah desa.
Di tengah semangat gotong royong warga yang rela merogoh kocek pribadi demi akses jalan vital, Pemerintah Desa Kandawati justru terkesan menutup mata. Hingga Jumat (27/3/2026), tidak terlihat adanya kehadiran fisik maupun bantuan material dari pihak desa.
Komunikasi Buntu, Sekdes Pun Mengeluh
Kekecewaan warga bermula saat permintaan bantuan untuk pembelian batu cadas guna mengurug jalan yang amblas tidak mendapatkan respons. Jaro Suki mengungkapkan bahwa koordinasi sudah coba dilakukan, namun hasilnya nihil.
“Sudah disampaikan ke Bu Kades, tapi belum ada tanggapan,” ujar Jaro Suki.
Ironisnya, sulitnya komunikasi dengan sang pimpinan desa juga diakui oleh jajaran internalnya sendiri. Sekretaris Desa Kandawati bahkan sempat melontarkan pernyataan yang memperkuat kesan tersebut saat ditemui di lapangan. “Susah Kang, Kades Kandawati mah,” ucap Sekdes sebagaimana ditirukan oleh Jaro Suki.

Kritik Keras dari PWGK-KRESEK
Sorotan paling pedas datang dari Ketua Pokja Kresek Gunung Kaler (PWGK), Alek Sibti. Ia menilai ketidakhadiran kepala desa di tengah perjuangan warga adalah preseden buruk bagi kepemimpinan tingkat desa.
“Ini bukan sekadar soal bantuan materi, tapi soal empati dan sikap. Terlihat ada kesan angkuh dan tidak peduli. Kepala desa seharusnya hadir di garda terdepan saat masyarakat kesulitan, bukan justru terkesan menjauh dan cuek,” tegas Alek Sibti dengan nada tinggi.
Alek menambahkan bahwa ego kepemimpinan seperti ini berpotensi merusak sinergitas antara pemerintah dan rakyat. Jika aspirasi kecil seperti perbaikan akses jalan saja diabaikan, loyalitas kades terhadap kesejahteraan warga patut dipertanyakan.
Desakan Evaluasi kepada Bupati dan Camat
Atas temuan ini, Alek Sibti mendesak Bupati Tangerang dan Camat Gunung Kaler untuk tidak tinggal diam. Ia meminta agar kinerja Kades Kandawati segera dievaluasi secara menyeluruh.
“Jangan sampai dibiarkan. Jika benar ada sikap angkuh dan tidak responsif, ini harus ditegur keras. Kepala desa itu pelayan masyarakat, bukan penguasa yang minta dilayani,” tambah Alek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Kandawati mengenai keluhan warga Kampung Serdang Karang Jetak. Warga berharap adanya perubahan sikap dari pemdes agar pembangunan di Desa Kandawati tidak berjalan di tempat akibat ego kepemimpinan. (ned/pwgk)









Tinggalkan Balasan