
SLEMAN – Publik di Daerah Istimewa Yogyakarta dikejutkan dengan penemuan 11 bayi di sebuah rumah milik seorang bidan di wilayah Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Bayi-bayi tersebut ditemukan dalam kondisi dititipkan oleh orang tua mereka dengan berbagai alasan, di mana mayoritas diduga merupakan hasil hubungan di luar pernikahan.
Aksi evakuasi dilakukan oleh jajaran Polresta Sleman pada Jumat (8/5/2026) setelah pihak kepolisian menerima laporan warga mengenai keberadaan puluhan bayi yang dirawat di satu lokasi perumahan tersebut.
Hasil Penyelidikan Polisi
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengonfirmasi bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, latar belakang kelahiran bayi-bayi tersebut memang berasal dari situasi yang kompleks.
-
Status Kelahiran: Mayoritas bayi diduga lahir dari hubungan di luar pernikahan.
-
Peran Tenaga Medis: Seluruh bayi sebelumnya dilaporkan lahir dengan bantuan bidan berinisial ORP yang membuka praktik di wilayah Bayuraden, Gamping.
-
Kronologi Penitipan: Awalnya hanya satu ibu yang menitipkan anak, namun jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 11 bayi seiring berjalannya waktu.
Faktor Ekonomi dan Sosial
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa fenomena penitipan bayi ini didasari oleh berbagai faktor krusial, antara lain tekanan sosial, kondisi ekonomi, serta ketidaksiapan orang tua untuk merawat anak secara mandiri. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa sebagian orang tua bayi merupakan mahasiswa yang membayar biaya penitipan secara harian.
Kondisi Kesehatan Bayi
Bayi-bayi yang ditemukan memiliki rentang usia yang bervariasi, mulai dari satu bulan hingga sepuluh bulan. Beberapa di antaranya sempat memerlukan penanganan medis serius akibat gangguan kesehatan:

-
Riwayat Penyakit: Ditemukan kasus penyakit jantung bawaan, hernia, hingga penyakit kuning pada beberapa bayi.
-
Kondisi Terkini: Dari tiga bayi yang sempat dirawat intensif di rumah sakit, dua di antaranya dilaporkan telah menunjukkan kondisi yang membaik.
Desakan Perlindungan Anak
Kasus ini memicu reaksi luas dari masyarakat yang meminta kehadiran negara dalam menjamin hak hidup layak serta perlindungan bagi bayi-bayi tersebut. Sejumlah pihak menekankan pentingnya pemenuhan hak anak dan pemberian kasih sayang tanpa harus memandang latar belakang kelahiran mereka. (RED/SLM)








Tinggalkan Balasan