
PANDEGLANG – Polemik dugaan temuan belatung dalam paket makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan mendetail secara langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti kasus yang telah viral di media sosial tersebut.
Kronologi Temuan di Sekolah
Keresahan publik bermula ketika paket makanan MBG diduga ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut adalah poin-poin krusial terkait insiden tersebut:
-
Menu Bermasalah: Menu berupa ayam stik atau nugget produksi dapur MBG Insani Fastabiqul Khairat di SPPG Cigadung 3 tercium bau busuk menyengat saat kemasan dibuka.
-
Adanya Belatung: Pihak sekolah menemukan dugaan ulat atau belatung dalam makanan tersebut, sehingga memutuskan untuk menghentikan distribusi demi keselamatan siswa.
-
Tindakan Sekolah: Pihak sekolah menolak paket makanan tersebut setelah melakukan pengecekan fisik dan aroma.
Kritik Tajam Terkait Pengawasan
Insiden ini memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk Ketua Bidang Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Agus Suryaman. Ia menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya kontrol kualitas dalam program negara tersebut. Agus menuntut adanya transparansi penuh terkait audit mutu, identitas vendor, serta seluruh rantai pasok yang terlibat.
Selain masalah kualitas bahan, kebijakan wacana “rapel” atau akumulasi distribusi juga menjadi sorotan karena dinilai berpotensi melanggar petunjuk teknis BGN yang mewajibkan penggunaan bahan segar setiap hari.
Evaluasi Menyeluruh Program Unggulan
Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan timnya akan memeriksa setiap detail di lapangan untuk memastikan penyebab insiden tersebut. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang menyasar jutaan siswa di seluruh Indonesia.

Masyarakat kini menanti hasil investigasi resmi untuk menentukan apakah insiden ini disebabkan oleh kelalaian vendor tertentu atau adanya kegagalan sistemik dalam pengawasan mutu makanan bagi anak-anak sekolah. (RED/PDG)








Tinggalkan Balasan