HALMAHERA UTARA – Kabar duka melanda dunia pendakian Indonesia setelah Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus dahsyat pada Jumat pagi (8/5/2026). Letusan ini dilaporkan memicu tragedi kemanusiaan dengan adanya korban jiwa serta puluhan pendaki yang terjebak di tengah situasi berbahaya di area puncak.

Korban Jiwa dan Identitas Pendaki

Berdasarkan laporan terkini, tiga orang pendaki dinyatakan meninggal dunia akibat terkena dampak langsung dari material erupsi. Berikut adalah detail informasi terkait korban:

  • Warga Negara Asing (WNA): Dua dari korban tewas merupakan pendaki asal Singapura.

  • Warga Negara Indonesia: Satu korban lainnya saat ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Krisis di Puncak: 17 Pendaki Terjebak

Erupsi besar yang terjadi secara mendadak tersebut memicu kepanikan luar biasa di kalangan pendaki. Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 17 pendaki lainnya dilaporkan masih terjebak di area puncak. Mereka saat ini terjepit di tengah hujan abu vulkanik yang pekat serta lontaran material pijar yang terus keluar dari kawah aktif.

Seorang saksi mata di pos pendakian melaporkan bahwa kondisi di atas sangat berbahaya karena hujan material pijar masih terjadi, sehingga menyulitkan pergerakan pendaki yang berupaya turun menyelamatkan diri.

Upaya Evakuasi Tim Gabungan

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur SAR, TNI, Polri, BPBD, serta relawan setempat terus berupaya melakukan langkah-langkah evakuasi. Tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan meliputi:

  • Medan Berat: Jalur pendakian yang sulit dijangkau pasca-erupsi.

  • Ancaman Susulan: Risiko erupsi susulan yang masih tinggi menjadi kendala utama bagi para petugas kemanusiaan.

Imbauan Keamanan

Pihak berwenang mengimbau keras kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk menjauhi radius bahaya yang telah ditetapkan. Warga yang berada di sekitar lokasi diminta untuk tetap waspada, selalu menggunakan masker untuk mengantisipasi abu vulkanik, serta mematuhi seluruh instruksi resmi dari petugas di lapangan guna menghindari jatuhnya korban tambahan. (RED/MAL)